Koran Satu, Jakarta — Pertemuan tertutup jajaran ketua umum partai politik yang diprakarsai Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mendadak memicu kegaduhan politik.
Forum rahasia tersebut intens membedah revisi Undang-Undang Pemilu, khususnya mengenai usulan kenaikan angka parliamentary threshold (ambang batas parlemen) menjadi 5 persen.
Dinamika penentuan ambang batas baru ini memanas lantaran bergulir tepat saat partai politik mematangkan pemetaan strategi menuju Pemilu 2029. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bahkan secara terbuka mematok target ekspansif di bawah arahan langsung Presiden Joko Widodo.
Saat menghadiri Konsolidasi DPD PSI Kota Kupang pada 31 Juli 2026, Jokowi membocorkan proyeksi besar partai berlogo bunga mawar tersebut.
“Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang pingin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini,” tegas Jokowi di hadapan kader PSI.
Gerindra Setuju PT 5 Persen, Dasco Klaim Masih Sebatas Brainstorming
Di tengah menguatnya target PSI, wacana PT 5 persen terus menuai polemik. Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono mengonfirmasi bahwa Gerindra menyepakati angka ambang batas 5 persen.
Namun, Sufmi Dasco Ahmad buru-buru mengklarifikasi bahwa diskusi lintas pimpinan partai politik tersebut masih berada pada tahap penjajakan gagasan awal dan belum menghasilkan kesepakatan final.
Dasco memastikan bahwa DPR RI bakal melanjutkan pembahasan RUU Pemilu secara terbuka melalui mekanisme fraksi. Pihaknya berjanji melibatkan seluruh partai politik, termasuk jajaran partai yang absen dalam pertemuan terbatas tersebut.
“Pembahasan RUU Pemilu masih akan berlanjut melalui fraksi-fraksi di DPR. Seluruh partai politik akan kami libatkan dalam komunikasi berikutnya,” ujar Dasco menanggapi spekulasi publik.
Peta Politik 2029 dan Tekanan Terhadap Gerak PSI
Meskipun para elite belum menetapkan keputusan formal terkait besaran persentase angka ambang batas, konsolidasi rahasia tersebut menyisakan kecurigaan publik.
Penentuan aturan main baru ini bergulir persis ketika PSI dan Jokowi mulai mengonsolidasikan kekuatan politik menuju 2029.
Langkah penguncian ambang batas 5 persen berpotensi mempersempit ruang gerak partai-partai baru maupun partai papan bawah untuk menembus Senayan.
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada bukti langsung yang mengonfirmasi bahwa agenda pertemuan Sufmi Dasco Ahmad dirancang secara khusus untuk mengunci manuver politik Jokowi maupun PSI.








Komentar