Koran Satu, Purwakarta – Kebutuhan darah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tergolong tinggi. Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Purwakarta mencatat kebutuhan darah mencapai sekitar 1.600 hingga 1.800 kantong setiap bulan.
Di tengah kebutuhan tersebut, stok darah golongan A menjadi perhatian. Persediaannya saat ini hanya sekitar 30 hingga 40 kantong.
Humas UTD PMI Cabang Purwakarta, Sudaryono, mengatakan tingginya kebutuhan darah membuat ketersediaan stok harus terus dijaga. Terlebih, darah dibutuhkan pasien setiap hari dengan jumlah yang tidak selalu dapat diprediksi.
“Untuk saat ini kebutuhan antara 1.600 sampai 1.800-an per bulan. Luar biasa, memang kota kecil tapi kebutuhannya cukup banyak,” kata Sudaryono saat ditemui, Kamis (20/8/2026).
Menurut Sudaryono, kondisi stok darah golongan A saat ini menjadi yang paling membutuhkan perhatian dibandingkan golongan lainnya.
“Yang paling mendesak itu rata-rata golongan A. Kalau untuk saat ini kita stok golongan A sekitar tiga puluhan atau 40, itu sangat kurang sekali,” ujarnya.
Stok Darah Purwakarta Sekitar 600 Kantong
Secara keseluruhan, stok darah yang tersedia di UTD PMI Purwakarta berada di kisaran 600 kantong dari berbagai golongan darah.
Stok golongan O tercatat sekitar 200 kantong, sedangkan golongan B tersedia lebih dari 200 kantong. Sementara itu, golongan AB jumlahnya relatif lebih sedikit.
Adapun golongan A menjadi yang paling membutuhkan tambahan stok karena persediaannya hanya sekitar 30 sampai 40 kantong.
Sudaryono menjelaskan, kondisi tersebut bukan semata-mata karena jumlah masyarakat bergolongan darah A sedikit. Persoalannya, kebutuhan terhadap darah golongan tersebut cukup tinggi, sementara jumlah pendonornya belum mampu mengimbangi kebutuhan.
“Golongan A itu secara data populasinya sebenarnya standar, tapi karena kebutuhannya lebih banyak, sementara yang donornya agak sedikit, jadi kebutuhannya terus jomplang,” katanya.
PMI Purwakarta Dorong Donor Darah Rutin
Untuk mengatasi persoalan stok, PMI Purwakarta mengajak masyarakat yang memenuhi syarat untuk melakukan donor darah secara rutin.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat dengan golongan darah A yang dapat melakukan donor. Namun, PMI menegaskan kebutuhan donor tidak hanya untuk satu golongan darah.
“Semoga jadi motivasi buat teman-teman yang golongan darah A biar semangat lagi untuk membantu yang lainnya,” tutur Sudaryono.
Menurutnya, donor darah secara rutin diperlukan karena persediaan darah memiliki masa simpan yang terbatas.
Darah utuh atau whole blood, misalnya, memiliki masa simpan sekitar 28 hari. Sementara komponen trombosit hanya dapat bertahan sekitar empat hari.
“Waktunya sangat terbatas, makanya diperlukan donor yang berkelanjutan,” katanya.
Keterbatasan masa simpan tersebut membuat PMI tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan donor darah pada momentum tertentu. Kegiatan donor harus berlangsung secara berkelanjutan agar stok dapat terjaga.
“Donor berkelanjutan itu manfaat buat kita sebagai pendonornya, yang kedua manfaatnya untuk mempertahankan stabilitas daripada stok darah,” ujar Sudaryono.
Kebutuhan Semua Golongan Darah Tetap Tinggi
Meski golongan A saat ini menjadi perhatian utama, PMI Purwakarta mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap donor darah hanya dibutuhkan untuk golongan tersebut.
Seluruh golongan darah tetap dibutuhkan karena permintaan transfusi dapat muncul sewaktu-waktu.
“Kita bukan hanya bicara golongan A yang sedikit kurang, tapi kita berbicara untuk seluruhnya,” kata Sudaryono.
Ia berharap donor darah dapat menjadi kebiasaan sosial masyarakat, bukan sekadar dilakukan ketika ada anggota keluarga atau kerabat yang membutuhkan transfusi.
“Membantu orang lain itu dengan melakukan donor darah, membantu diri kita juga,” tuturnya.
Dengan kebutuhan mencapai 1.600 hingga 1.800 kantong per bulan, keberlangsungan stok darah di Purwakarta sangat bergantung pada partisipasi pendonor.
Terlebih, persediaan darah golongan A yang kini hanya sekitar 30 hingga 40 kantong membuat tambahan pendonor golongan tersebut menjadi kebutuhan yang cukup mendesak.
PMI Purwakarta pun mengajak masyarakat yang memenuhi syarat donor untuk berpartisipasi secara rutin guna membantu menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.








Komentar