Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga Bersama Bank Indonesia Kediri Gelar Sosialisasi Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen di Desa Jatirejo

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Kegiatan Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga Bersama Bank Indonesia Kediri Gelar Sosialisasi Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen di Desa Jatirejo

Suasana Kegiatan Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga Bersama Bank Indonesia Kediri Gelar Sosialisasi Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen di Desa Jatirejo

Koran Satu, Ngawi, 28 Juli 2026 – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga Tahun 2026 Kelompok Desa Jatirejo menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen” bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi ini merupakan salah satu program kerja bidang ekonomi yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat serta mendukung transformasi ekonomi digital di tingkat desa.

Kegiatan dibuka oleh Machfud, selaku Kasi Kesejahteraan Desa Jatirejo yang mewakili Kepala Desa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Universitas Airlangga dan Bank Indonesia dalam menghadirkan edukasi mengenai sistem pembayaran digital kepada masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan pengetahuan masyarakat agar mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Zain, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui peningkatan literasi digital di bidang ekonomi.

Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat Desa Jatirejo semakin memahami manfaat penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai sekaligus memiliki kesadaran akan pentingnya keamanan dalam bertransaksi digital. Kolaborasi dengan Bank Indonesia menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi keuangan.”

Materi sosialisasi disampaikan oleh Adrian Denar, Analis Yunior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, yang memberikan pemaparan mengenai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran digital yang praktis, aman, dan efisien. Selain menjelaskan fungsi serta manfaat QRIS dalam mendukung transaksi non-tunai, narasumber juga memberikan edukasi mengenai perlindungan konsumen, pentingnya menjaga keamanan data pribadi, mengenali berbagai modus penipuan digital, serta memahami hak dan kewajiban konsumen dalam menggunakan layanan pembayaran digital.

Baca Juga :  LKK PBNU dan Fatayat NU Perkuat Fasilitator Bimwin di Malang

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan QRIS, keamanan transaksi digital, hingga langkah yang perlu dilakukan apabila mengalami kendala atau menjadi korban penipuan dalam transaksi elektronik. Untuk memudahkan pemahaman, narasumber juga menyampaikan sejumlah contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh 9 mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga Desa Jatirejo, beberapa perangkat desa sebagai perwakilan Pemerintah Desa Jatirejo, serta 20 masyarakat Desa Jatirejo. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Bank Indonesia, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan literasi keuangan digital di tingkat desa.

Melalui pelaksanaan program ini, masyarakat diharapkan mampu memahami manfaat pembayaran digital menggunakan QRIS, menerapkan transaksi non-tunai secara aman, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen serta pentingnya menjaga keamanan informasi pribadi dalam setiap transaksi digital.

Meskipun sebagian peserta masih belum terbiasa menggunakan layanan pembayaran digital, hambatan tersebut dapat diatasi melalui penyampaian materi menggunakan bahasa yang sederhana, disertai contoh kasus nyata dan sesi diskusi interaktif. Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mempelajari sistem pembayaran digital yang semakin berkembang.

Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia Kediri, Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga, dan Pemerintah Desa Jatirejo, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang semakin melek digital serta mampu memanfaatkan teknologi pembayaran secara aman, inklusif, dan berkelanjutan. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan inklusi keuangan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan Bank Indonesia.

Baca Juga :  Meriahkan Dies Natalis ke-55, UKMKI ABM Sukses Gelar Tabligh Akbar Bersama Ribuan Jemaah

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan edukasi mengenai literasi keuangan digital dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga masyarakat semakin percaya diri dalam memanfaatkan layanan pembayaran digital sebagai bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari.

Berita Terkait

1.000 Orang Hadiri Senam Kreasi di Malang, Kampanye Cegah Perkawinan Anak Digencarkan
Korupsi Dana Hibah KONI, AP Tuntut Kejati Gorontalo Berlaku Adil dan Tangkap Bendahara
PKN XXI PMII di Jombang, Kader Diajak Menapak Jejak Pendahulu
Dugaan KPOD Getar dan Nama Sekretaris PSI Kalbar Mencuat di Lokasi Tabrakan, Polisi Didesak Usut Tuntas!
Guru Bahasa Arab UM Dilatih Kembangkan Tes Interaktif
Monopoli Dapur MBG Sumut, Ketum Parpol Diduga Terima Setoran Ratusan Juta
Dugaan Narkoba Marak di Rutan Medan, GPDB Desak Menteri Imipas Segera Copot Karutan
Bukan Honor Nyanyi, KPK Duga Bebizie Terima Aliran Uang Kasus Gratifikasi Batu Bara Kukar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:24 WIB

1.000 Orang Hadiri Senam Kreasi di Malang, Kampanye Cegah Perkawinan Anak Digencarkan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Korupsi Dana Hibah KONI, AP Tuntut Kejati Gorontalo Berlaku Adil dan Tangkap Bendahara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:23 WIB

PKN XXI PMII di Jombang, Kader Diajak Menapak Jejak Pendahulu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Guru Bahasa Arab UM Dilatih Kembangkan Tes Interaktif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Monopoli Dapur MBG Sumut, Ketum Parpol Diduga Terima Setoran Ratusan Juta

Berita Terbaru