Dijanjikan Dibangun 2026, Kondisi SDN 1 Parung Banteng Purwakarta Masih Memprihatinkan

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan SDN 1 Parung Banteng Purwakarta rusak

Bangunan SDN 1 Parung Banteng Purwakarta rusak

Koran Satu, Purwakarta – Harapan orang tua murid untuk melihat bangunan SDN 1 Parung Banteng di Kampung Cigorowek, Desa Parung Banteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, segera diperbaiki belum juga terealisasi.

Bangunan yang digunakan untuk kegiatan belajar siswa kelas 1 hingga kelas 3 tersebut hingga kini masih memperlihatkan sejumlah kerusakan. Kondisi itu kembali menjadi sorotan karena sebelumnya orang tua murid mendapat informasi bahwa perbaikan akan dilakukan pada 2026.

Namun, memasuki Agustus 2026, tanda-tanda pelaksanaan perbaikan belum terlihat.

Sejumlah bagian pilar bangunan mengalami pengelupasan hingga rangka baja di dalamnya terlihat. Kerusakan juga tampak pada tembok penahan tanah (TPT) yang berada di depan ruang kelas.

Fasilitas toilet sekolah pun terlihat kurang terawat. Salah satu pintunya dalam kondisi rusak dan tidak terpasang sehingga bagian dalam toilet terbuka.

Kondisi tersebut sebelumnya sudah menjadi perhatian warga sejak 2025. Saat itu, orang tua murid berharap kerusakan bangunan segera ditangani setelah muncul informasi bahwa perbaikan akan dilakukan pada 2026.

Orang tua murid, Oji, mengatakan bangunan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena lokasinya berada di Kampung Cigorowek yang cukup jauh dari sekolah induk.

“Ini kelas untuk anak-anak di Kampung Cigorowek. Karena dari kampung jaraknya jauh ke SD induk, akhirnya dibuatkan bangunan di sini,” kata Oji, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, terdapat dua ruang kelas yang digunakan untuk menampung siswa kelas 1 hingga kelas 3.

Setelah menyelesaikan kelas 3, siswa harus melanjutkan pendidikan ke bangunan utama SDN 1 Parung Banteng. Kondisi tersebut membuat anak-anak harus menempuh perjalanan cukup jauh, termasuk dengan berjalan kaki.

“Kalau sudah selesai kelas 3, anak-anak pindah ke sekolah induk. Jaraknya lumayan jauh dan mereka harus jalan kaki,” ujarnya.

Baca Juga :  Bocoran Chat WhatsApp Ungkap Sisi Gelap MTsN 4 Malang: Guru Agresif Tagih Pungli ke Rekening Pribadi!

Oji menyebut kerusakan pada bangunan mulai terlihat sekitar 2023. Seiring waktu, kerusakan pada sejumlah bagian bangunan semakin terlihat.

Menurut dia, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan struktur bangunan yang mulai mengalami penurunan kondisi.

“Perkiraan mulai rusak dari 2023. Banyak bagian yang sudah mengelupas. Umur bangunannya kalau tidak salah baru lebih dari 10 tahun,” katanya.

Pada 2025, kondisi lantai ruang kelas juga sempat mengkhawatirkan. Sebagian lantai berlubang sehingga dikhawatirkan mengganggu kegiatan belajar siswa.

Bagian lantai yang berlubang kini sudah diperbaiki. Namun, sejumlah kerusakan lain masih terlihat dan belum mendapat penanganan menyeluruh.

Bagi orang tua, persoalannya bukan sekadar soal bangunan yang terlihat tidak terawat. Mereka khawatir kerusakan struktur tersebut dapat membahayakan keselamatan anak-anak yang setiap hari berada di dalamnya.

“Saya sebagai orang tua murid sangat khawatir dengan kondisi bangunan. Anak saya sekolah di situ, sekarang kelas 2,” kata Oji.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, meluruskan penyebutan bangunan tersebut sebagai kelas jauh.

Menurutnya, bangunan di Kampung Cigorowek masih merupakan bagian dari SDN 1 Parung Banteng meskipun lokasinya terpisah dari bangunan utama.

“Bukan kelas jauh dari SDN 1 Parung Banteng. Masih satu dengan SDN 1 Parung Banteng, walaupun bangunannya terpisah karena dulu dibangun untuk memudahkan akses masyarakat,” kata Sadiyah dikutip dari Kompas.com.

Ia menjelaskan, keberadaan bangunan tersebut merupakan bagian dari pelayanan pendidikan bagi masyarakat di kawasan tersebut. Bahkan, siswa yang bersekolah di sana tidak hanya berasal dari Purwakarta, tetapi juga dari wilayah Kabupaten Cianjur.

Sadiyah membenarkan bangunan tersebut digunakan untuk siswa kelas 1 hingga kelas 3.

“Iya betul, yang bersekolah di bangunan tersebut kelas 1 sampai kelas 3,” ujarnya.

Baca Juga :  UPN Veteran Jawa Timur Implementasikan Smart-CBT di Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Sidoarjo

Terkait kondisi bangunan, Sadiyah mengatakan pemerintah telah memasukkannya dalam rencana revitalisasi.

Namun, revitalisasi tersebut bukan pada 2026 seperti informasi yang sebelumnya diterima orang tua murid.

“Untuk sekolah tersebut saat ini sudah masuk ke anggaran revitalisasi pada tahun 2027,” kata Sadiyah.

Artinya, setelah orang tua murid menunggu realisasi perbaikan yang sebelumnya diharapkan berlangsung pada 2026, penanganan menyeluruh terhadap bangunan tersebut kini diarahkan ke tahun berikutnya.

Sementara itu, selama menunggu realisasi revitalisasi, kerusakan pada sejumlah bagian bangunan masih menjadi kekhawatiran orang tua yang anaknya setiap hari belajar di lokasi tersebut.

Berita Terkait

Kebutuhan Darah di Purwakarta Capai 1.800 Kantong per Bulan, Stok Golongan A Mendesak Tinggal 30 Kantong
Sembunyikan Kekayaan? Dirut PT PPSU Diduga Belum Laporkan LHKPN, LPKP Minta Bobby Nasution Evaluasi!
Mesakh Supriadi Menguat di Bursa Ketua Golkar Purwakarta, 12 PK Nyatakan Dukungan
Dugaan Pemutaran Fakta PT Agrinas Memanas, Warga Tambusai Utara Minta Aparat Bongkar Penyerangan Lahan Sawit!
Dari Fitur ke Biaya Pemahaman: Mengapa Platform Belanja Digital Semakin Mengutamakan Transparansi Informasi
Soroti Gedung Parkir Rp19,1 Miliar, BPM Kalbar Minta Jaksa Agung Copot Kajati dan Asintel!
Inovasi Camilan Sehat Snack Bar terbuat dari Sagu-Kelor untuk cegah Stunting pada Anak
1.000 Orang Hadiri Senam Kreasi di Malang, Kampanye Cegah Perkawinan Anak Digencarkan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Dijanjikan Dibangun 2026, Kondisi SDN 1 Parung Banteng Purwakarta Masih Memprihatinkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Kebutuhan Darah di Purwakarta Capai 1.800 Kantong per Bulan, Stok Golongan A Mendesak Tinggal 30 Kantong

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:34 WIB

Sembunyikan Kekayaan? Dirut PT PPSU Diduga Belum Laporkan LHKPN, LPKP Minta Bobby Nasution Evaluasi!

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Mesakh Supriadi Menguat di Bursa Ketua Golkar Purwakarta, 12 PK Nyatakan Dukungan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Dugaan Pemutaran Fakta PT Agrinas Memanas, Warga Tambusai Utara Minta Aparat Bongkar Penyerangan Lahan Sawit!

Berita Terbaru