Koran Satu, Jakarta — Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menyelidiki penggunaan anggaran PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Lembaga pengawas anggaran ini membongkar dugaan pemborosan dana perusahaan BUMN untuk fasilitas olahraga golf bersama para stakeholder.
Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, membeberkan bahwa alokasi anggaran golf Bank Mandiri terindikasi jauh lebih fantastis dan tidak rasional ketimbang temuan serupa di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Ternyata bukan hanya OJK yang diduga gila-gilaan menghabiskan anggaran untuk main golf. Rupanya Bank Mandiri juga diduga lebih gila ikut-ikutan menghabiskan anggaran untuk main golf,” tegas Uchok Sky Khadafi, Selasa (15/9/2026).
Modus Pos Humas dan Ketiadaan Kuitansi Pendukung
Bank BUMN ini membebankan alokasi biaya olahraga mewah tersebut pada pos anggaran Humas dan Pengembangan Usaha dengan dalih menjaga hubungan baik bersama mitra kerja. Namun, CBA menilai alasan manis tersebut hanyalah kedok untuk menyembunyikan fasilitas gratis bagi segelintir elite.
CBA menemukan bahwa laporan pengeluaran kegiatan golf bersama stakeholder tidak menyertakan kuitansi tagihan resmi serta tidak mencantumkan daftar nama pemangku kepentingan yang menikmati fasilitas tersebut.
“Alasannya manis sekali, ‘menjalin hubungan baik dengan pemangku kepentingan’. Pos biayanya ditaruh di bawah Humas dan Pengembangan Usaha. Namun kegiatan golf bersama dengan stakeholder tidak disertai dengan bukti pendukung seperti kuitansi tagihan atas pengeluaran golf dan nama stakeholder yang mengikuti kegiatan tersebut,” papar Uchok.
Pertanyakan Laporan Rp696 Juta dan Desak KPK Panggil Direksi
CBA menepis kebenaran Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan golf Bank Mandiri bernilai Rp696.707.056. Uchok menegaskan bahwa laporan ratusan juta tersebut berpotensi besar menutupi kepentingan pribadi pejabat yang memanfaatkan dana nasabah.
CBA meminta KPK turun tangan menyisir alur penerima manfaat, memeriksa jajaran direksi, hingga memanggil dewan komisaris Bank Mandiri untuk membongkar dugaan penyalahgunaan uang negara ini.
“Maka untuk itu, CBA mendesak kepada KPK untuk membuka penyelidikan atas Bank Mandiri yang melakukan kegiatan main golf. Sekali lagi CBA meminta KPK turun tangan. Panggil jajaran direksi dan komisaris Bank Mandiri,” ujar Uchok.
Uchok: Ini Pesta Bola yang Ditanggung Duit Nasabah!
CBA menekankan bahwa penegak hukum harus melihat motif di balik lapangan golf, di mana fasilitas publik sering kali beroperasi menjadi ajang transaksi kepentingan terselubung.
“Ini bukan lagi soal olahraga. Ini soal, kalau setiap kali ingin akrab dengan mitra kita harus memukul bola dengan biaya ratusan juta tanpa bukti, lalu bedanya apa antara ‘menjalin hubungan’ dan sekadar menikmati fasilitas mewah gratis atas uang milik publik? Apakah ini kegiatan lembaga keuangan milik negara, atau sekadar pesta bola yang ditanggung duit para nasabah?” pungkas Uchok menututup keterangannya.








Komentar