Angka Putus Sekolah Tembus 50 Persen, JAKDI Desak Gubernur Khofifah Copot Kadisdik Jatim

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Massa Aksi Jaringan Aktivis Demokrasi Indonesia (JAKDI) (Gambar: Istimewa)

Massa Aksi Jaringan Aktivis Demokrasi Indonesia (JAKDI) (Gambar: Istimewa)

Koran Satu, Surabaya — Angka anak putus sekolah usia 16–18 tahun di tiga daerah Jawa Timur menyentuh angka mengkhawatirkan hingga 50 persen. Temuan krusial di Kabupaten Sampang, Bangkalan, dan Probolinggo ini memicu gelombang protes dari Jaringan Aktivis Demokrasi Indonesia (JAKDI) yang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur, Selasa (4/8/2026).

JAKDI mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat melakukan evaluasi total sekaligus mencopot Kepala Disdik Jatim atas kegagalan sistemis dalam menjamin hak pendidikan menengah warga.

“Ini merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan. Jika benar hampir separuh anak usia SMA di tiga daerah tersebut tidak bersekolah, maka ini menunjukkan kegagalan serius dalam menjamin akses pendidikan menengah di Jawa Timur,” tegas Koordinator JAKDI, Ery Mahmudi.

Ery menyayangkan sikap Disdik Jatim yang tidak mampu menyajikan data pembanding atau memberikan klarifikasi terbuka saat beraudiensi dengan massa aksi.

Selain lonjakan anak putus sekolah, JAKDI membongkar sejumlah kejanggalan lain dalam tata kelola pendidikan daerah. Di antaranya meliputi lemahnya pengawasan dana hibah pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), dugaan komersialisasi jual beli seragam di SMAN, hingga indikasi permainan kuota pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 6 Surabaya pascapenutupan pendaftaran.

Massa menuntut Pemprov Jatim segera menggelar audit independen atas penggunaan anggaran pendidikan serta menindak tegas oknum yang mencederai integritas dunia pendidikan di Jawa Timur.

Baca Juga :  Kamandaka Ciptarasa Festival 2026 Meriah, Kirab Pusaka Lestarikan Budaya Desa Tamansari

Berita Terkait

Diduga Intimidasi Security Bankaltimtara Pakai Ancaman SP, Aktivis Desak Penegak Hukum Sikat PT ESS
Buntut Proyek Jilbab PKK Rp525 Juta, Amara Sumut Desak APH Tangkap Istri Bupati Asri Ludin Tambunan!
Sosialisasi 4 Pilar di Jabung, Hasanuddin Wahid Ajak Masyarakat Perkuat Karakter Kebangsaan
Membawa Suasana Batak ke Yogyakarta dalam Pembukaan Pameran Tunggal “Diri dan Liyan”Dhewantara Manurung
Lahan LP2B Jadi Lokasi Wisata Watu Songo, Mengapa Aktivitasnya Masih Berjalan?
Pelantikan PC IMM Gresik 2026–2027 Diwarnai Peresmian Komisariat Baru dan Studium Generale Kebangsaan
Perluas Jejaring Dakwah Kampus, FSLDK Priangan Timur Resmikan 5 LDK Baru pada FSLDKD ke-VIII
Golkar Surabaya Tancap Gas! Rakerda 2026–2031 Usung Semangat Baru dan Solusi Warga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 01:53 WIB

Diduga Intimidasi Security Bankaltimtara Pakai Ancaman SP, Aktivis Desak Penegak Hukum Sikat PT ESS

Jumat, 18 September 2026 - 18:20 WIB

Buntut Proyek Jilbab PKK Rp525 Juta, Amara Sumut Desak APH Tangkap Istri Bupati Asri Ludin Tambunan!

Rabu, 16 September 2026 - 12:54 WIB

Sosialisasi 4 Pilar di Jabung, Hasanuddin Wahid Ajak Masyarakat Perkuat Karakter Kebangsaan

Selasa, 15 September 2026 - 19:03 WIB

Membawa Suasana Batak ke Yogyakarta dalam Pembukaan Pameran Tunggal “Diri dan Liyan”Dhewantara Manurung

Selasa, 15 September 2026 - 12:28 WIB

Lahan LP2B Jadi Lokasi Wisata Watu Songo, Mengapa Aktivitasnya Masih Berjalan?

Berita Terbaru