Buntut Pelantikan Istri dan Ipar, Harta Kekayaan Wali Kota Bima Rp9,1 Miliar Tanpa Utang Jadi Sorotan

Sorotan Tajam Pelantikan Keluarga: Mengintip Gurita Harta Kekayaan Wali Kota Bima A. Rahman yang Tembus Rp9 Miliar

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bima, H. A. Rahman (Dok: Istimewa)

Wali Kota Bima, H. A. Rahman (Dok: Istimewa)

Koran Satu, Bima – Publik kini tengah menyoroti secara tajam sosok Wali Kota Bima, H. A. Rahman, setelah keputusan kontroversialnya melantik istri dan ipar kandungnya untuk menduduki posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan massal tersebut berlangsung di Aula Maja Labo Dahu pada Rabu (1/7/2026), dengan dipimpin langsung oleh H. A. Rahman dan didampingi Wakil Wali Kota Feri Sofiyan.

Dari puluhan nama aparatur sipil negara yang bergeser posisi, muncul nama sang istri, Badrah Ekawati, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima, serta sang ipar, M. Auwalyah, yang dipercaya memegang tongkat komando sebagai Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bima.

Seiring dengan mencuatnya isu miring seputar nepotisme birokrasi tersebut, perhatian masyarakat seketika beralih pada rincian isi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik sang Wali Kota. Berdasarkan dokumen resmi yang ia laporkan per 19 Maret 2026 untuk periode 2025, Abdul Rahman Haji Abidin tercatat memiliki total kekayaan bersih senilai Rp9.100.474.186 tanpa kepemilikan utang sama sekali.

Sebagian besar dari total aset jumbo milik mantan Anggota DPRD NTB dari Partai Demokrat ini tertanam pada kepemilikan tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp8.213.000.000, yang tersebar di 15 titik strategis wilayah Kota Bima dan Kota Mataram, termasuk sebidang tanah dan bangunan seluas 10.769 meter persegi senilai Rp150 juta serta aset di Mataram seharga Rp850 juta.

Selain penguasaan properti yang menggurita, Wali Kota Bima yang lahir pada 31 Desember 1966 ini juga mencantumkan kepemilikan satu unit alat transportasi berupa mobil Nissan X-Trail tahun 2008 senilai Rp145.000.000 hasil sendiri.

Baca Juga :  Prasostia Yuzin Nahkodai RAPI Lokal 1 Purwakarta, Siap Perkuat Soliditas dan Tambah Anggota

Pria lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Mataram tahun 1990 ini juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya sebesar Rp203.000.000, serta komponen kas dan setara kas senilai Rp539.474.186. Rekam jejak kekayaan ini dinilai sebanding dengan karier politiknya yang panjang, mulai dari memimpin HIPMI Kota Bima, Ketua Umum Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan, Ketua Umum PSSI Kota Bima, hingga akhirnya memenangi Pilwali Bima 2024 dengan raihan 49.032 suara atau 51,01 persen sebelum resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025 lalu.

Sengkarut mutasi keluarga inti ini langsung memicu reaksi pertahanan dari manajemen internal Pemkot Bima guna meredam polemik di tengah masyarakat. Juru Bicara Pemerintah Kota Bima, Muhammad Hasyim, pasang badan dengan menegaskan bahwa hubungan kekerabatan tidak boleh menjadi alasan mutlak untuk mempromosikan ataupun menghalangi seorang ASN dalam mengembangkan kariernya di pemerintahan.

Hasyim mengklaim promosi Badrah Ekawati dan M. Auwalyah murni berdasarkan kualifikasi, kompetensi, serta rekam jejak obyektif, namun pihaknya berjanji akan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja dinasti baru tersebut.

“Setiap ASN memiliki hak yang sama untuk dipertimbangkan dalam pengisian jabatan. Pemerintah Kota Bima tidak akan ragu mengevaluasi maupun mencopot pejabat yang tidak mampu memenuhi target kinerja,” ujar Juru Bicara Pemkot Bima, Muhammad Hasyim, saat memberikan klarifikasi resmi kepada awak media terkait polemik pelantikan tersebut.

Kendati gelombang kritik dari warga terus mengalir deras di ruang publik, Wali Kota A. Rahman sendiri mencoba memberikan wejangan moral saat prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung.

Di hadapan istri, ipar, dan puluhan pejabat yang ia tunjuk, Rahman mengingatkan bahwa posisi baru di lingkungan pemkot ini merupakan beban tanggung jawab yang besar dan harus dijalankan secara bersih, bukan sebuah hadiah instan dari penguasa.

Baca Juga :  Redam Polemik Alun-alun Kepanjen, Bupati Sanusi Sebut Tiga Opsi Lahan Sedang Dimatangkan

“Semakin tinggi jabatan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul, bukan hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT,” tutur Wali Kota Bima, H. A. Rahman, di tengah kehebohan publik yang mempersoalkan netralitas penunjukan struktur organisasinya.

Berita Terkait

API Perkuat Koperasi Petani untuk Hadapi Standar Perdagangan Global
Sidang Paripurna Hari Jadi Purwakarta: Teguhkan Komitmen Ajeg Budaya dan Kemajuan Daerah
Pramuka Penegak Didorong Jadi Garda Pencegahan Narkoba di Surabaya
Kasus KUR Fiktif Jember Rp41 Miliar, Aktivis Desak KPK Periksa Direksi Bank BNI
Soroti Gurita Tambang Ilegal Lampung, KAMI Gelar Aksi Jilid III di Mabes Polri
API Dorong Penguatan Koperasi Kakao MaMa Hadapi Gejolak Pasar Global
FKK Desak Kejagung Segera Tangkap Husnul Aqib Terkait Korupsi PJUTS Lamongan
Diduga Terseret Aliran Dana Bedah Rumah Rp26 Miliar, Aktivis Desak Kejaksaan Periksa Abrari Abe

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:46 WIB

API Perkuat Koperasi Petani untuk Hadapi Standar Perdagangan Global

Senin, 20 Juli 2026 - 19:08 WIB

Sidang Paripurna Hari Jadi Purwakarta: Teguhkan Komitmen Ajeg Budaya dan Kemajuan Daerah

Senin, 20 Juli 2026 - 19:00 WIB

Pramuka Penegak Didorong Jadi Garda Pencegahan Narkoba di Surabaya

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:08 WIB

Kasus KUR Fiktif Jember Rp41 Miliar, Aktivis Desak KPK Periksa Direksi Bank BNI

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:41 WIB

Soroti Gurita Tambang Ilegal Lampung, KAMI Gelar Aksi Jilid III di Mabes Polri

Berita Terbaru