MUI Siapkan Aturan Hukum Pidana untuk Pelaku dan Kampanye LGBT, DPR Buka Pintu

DPR Siap Pelajari dan Tindak Lanjuti Draf RUU Pidana LGBT Usulan MUI

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa di Gedung DPR RI (Dok: Istimewa)

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa di Gedung DPR RI (Dok: Istimewa)

Koran Satu, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menyatakan kesiapan lembaga legislatif untuk mengkaji usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pidana Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang tengah disiapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Saan menegaskan bahwa DPR berkomitmen terbuka terhadap setiap aspirasi masyarakat yang masuk melalui mekanisme konstitusi.

“Pastikan nanti disampaikan ke DPR dan DPR pasti akan kaji, akan pelajari dan akan tindak lanjuti oleh kami semua,” kata Saan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

Saan menjelaskan, begitu MUI menyerahkan draf RUU tersebut secara resmi, DPR akan memprosesnya sesuai regulasi yang berlaku. Badan Keahlian DPR bakal melakukan kajian awal terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahap pembahasan yang lebih spesifik.

MUI Sebut Imbauan Moral Tak Mempan, Siapkan Sanksi Pidana bagi Pelaku

Sebagai informasi, MUI saat ini sedang merampungkan penyusunan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT untuk didorong masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI. Wakil Ketua Umum MUI, KH. M. Cholil Nafis, mengungkapkan bahwa langkah hukum represif ini menjadi pilihan karena imbauan moral di masyarakat dinilai sudah tidak lagi efektif membendung fenomena tersebut.

Kiai Cholil menyoroti perilaku sebagian kelompok penyimpangan seksual yang belakangan ini terkesan bangga dan makin berani memamerkan aktivitas mereka, termasuk menggelar pesta sesama jenis di ruang publik. Kondisi ini diperparah dengan munculnya stigma “tidak toleran” bagi masyarakat yang mencoba menegur.

“Demi cinta kami kepada kemanusiaan yang hakiki, kami ajak mereka kembali pada fitrahnya. Kami siapkan naskah akademik dan RUU pidananya, tinggal DPR membahas dan menetapkannya,” ujar Kiai Cholil dikutip dari laman resmi MUI Digital.

Baca Juga :  Saksi Korupsi Bea Cukai Ungkap Peran Anggota BPK Nyoman Adhi di Sidang Suap Importasi

Fokus Jerat Tindakan dan Kampanye, Bukan Orientasi Seksual

MUI memberikan catatan khusus bahwa draf regulasi ini nantinya tidak akan menghukum ‘orientasi seksual’ seseorang secara personal. Aturan hukum ini melainkan berfokus penuh untuk menindak tindakan penyelewengan (perbuatan seksualnya) serta aktivitas mengampanyekan gerakan tersebut ke masyarakat luas.

Dalam draf hukum yang sedang digodok, sanksi bagi pelanggar dapat berupa hukuman pidana kurungan hingga jenis hukuman lain yang kadar dan ketentuannya mutlak diputuskan oleh hakim di pengadilan guna memberikan efek jera yang maksimal.

“Kalau tidak dihukum sama sekali, kan berarti menjadi normal. Jadi kita jangan menormalisasi. Hukuman itu membuat orang mengerti kalau ini tidak normal, bahwa ini salah,” tegas Kiai Cholil.

Saat ini, komisi hukum internal MUI masih terus mematangkan seluruh klausul dalam naskah akademik tersebut sebelum menyerahkannya secara formal ke meja pimpinan DPR RI.

Berita Terkait

Bareskrim Bidik Eks Dirut PTPN XI DP dan Direktur AT, Otak di Balik Korupsi Proyek PG Djatiroto Rp871 Miliar!
Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!
Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi
Jejak Kejahatan Santoso Halim dan Sukoco Halim: Dari Perusahaan Abal-abal Hingga Kredit Bermasalah Bank Syariah
Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG
Surat Berharga SDB MNC Bank Diduga Hilang, DPR Desak OJK Turun Tangan Usut Manajemen Risiko!
Perpanjangan Konsesi Tol CMNP Berpotensi Rugikan Negara Rp25 Triliun, IAW Desak Kejagung Turun Tangan!
Dugaan Korupsi Lahan PTPN dan Citraland Ditaksir Ratusan Triliun, DPR dan Kejagung Diduga Redam Kasus!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:37 WIB

Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!

Jumat, 4 September 2026 - 10:05 WIB

Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi

Kamis, 3 September 2026 - 18:37 WIB

Jejak Kejahatan Santoso Halim dan Sukoco Halim: Dari Perusahaan Abal-abal Hingga Kredit Bermasalah Bank Syariah

Kamis, 3 September 2026 - 11:01 WIB

Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG

Kamis, 3 September 2026 - 10:20 WIB

Surat Berharga SDB MNC Bank Diduga Hilang, DPR Desak OJK Turun Tangan Usut Manajemen Risiko!

Berita Terbaru