PKN XXI PMII di Jombang, Kader Diajak Menapak Jejak Pendahulu

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan PKN XXI PMII di Universitas Darul Ulum Jombang, Sabtu (22/8/2026). (Foto:adn/koransatu)

Pembukaan PKN XXI PMII di Universitas Darul Ulum Jombang, Sabtu (22/8/2026). (Foto:adn/koransatu)

Koran satu, Jombang — Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) membuka Pelatihan Kader Nasional (PKN) XXI di Universitas Darul Ulum Jombang, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 26 Agustus 2026 itu menjadi jenjang kaderisasi formal terakhir dalam PMII.

Ketua Umum PB PMII M Shofiyullah Cokro Hadi Kusumo mengatakan pelaksanaan PKN XXI di Jombang tidak hanya dimaksudkan untuk memperkuat kapasitas kader. Momentum tersebut juga harus dimanfaatkan peserta untuk memahami sejarah pergerakan dengan menelusuri jejak para pendahulu PMII dan Nahdlatul Ulama (NU).

“Momentum pelaksanaan PKN di Jombang ini bukan hanya penambahan materi kaderisasi formal terakhir di PMII, tapi juga harus mampu dimaksimalkan untuk mengambil ibrah, mengambil pelajaran, napak tilas dari para pendahulu kita, para muassis PMII dan muassis Nahdlatul Ulama. Kita mengetahui bersama bahwasanya Nahdlatul Ulama lahir dari ulama-ulama yang ada di Jombang dan PMII lahir tahun 1960 atas restu dan juga doa para ulama, wabil khusus Rais Aam pada saat itu, KH Abdul Wahab Chasbullah.”

Shofiyullah mengatakan Jombang memiliki posisi penting dalam sejarah NU dan PMII. Karena itu, peserta PKN XXI didorong tidak hanya mengikuti materi kaderisasi, tetapi juga mengenal sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan kedua organisasi tersebut.

“Setelah pelaksanaan PKN ini, saya harap sahabat-sahabat peserta napak tilas juga ziarah-ziarah ke Tebuireng, Denanyar, Rejoso, dan juga Tambakberas,” ujarnya.

PKN XXI digelar pada 22–26 Agustus 2026 di tengah momentum Muktamar ke-35 NU di Jombang. Kondisi tersebut menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk melihat kembali perjalanan organisasi dan posisi kader dalam kehidupan keumatan dan kebangsaan.

Dalam pembukaan PKN XXI, Prof. Dr. H. Amir Maliki Abitolkha, M.Ag., mengajak peserta menjadikan momentum tersebut sebagai bahan muhasabah. Ia menekankan pentingnya mempertanyakan kembali posisi organisasi dan membaca berbagai peristiwa yang berlangsung saat ini, termasuk Muktamar NU.

Baca Juga :  Monopoli Dapur MBG Sumut, Ketum Parpol Diduga Terima Setoran Ratusan Juta

“Muhasabah buat kita, mempertanyakan posisi kita, melihat apa yang terjadi hari ini, salah satunya Muktamar. Apa yang terjadi hari ini menurut kita, seperti apa.”

Menurut Amir, menjadi bagian dari NU pada dasarnya merupakan proses untuk membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik. Nilai tersebut tidak hanya diwujudkan melalui gagasan, tetapi juga melalui praktik keagamaan dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

“Ber-NU itu sederhana, berproses menjadi orang baik.”

Ia mencontohkan sejumlah tradisi keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan warga NU, seperti yasinan, tahlilan, ziarah, dan diba’an.

“Ikut yasinan, tahlilan, ziarah, diba’an, ramai-ramai.”

PKN XXI merupakan jenjang kaderisasi formal tertinggi PMII. Melalui kegiatan ini, PB PMII mendorong peserta tidak berhenti pada penguasaan materi kaderisasi, tetapi mampu membawa nilai dan gagasan yang diperoleh selama pelatihan ke ruang pengabdian masing-masing.

Berita Terkait

1.000 Orang Hadiri Senam Kreasi di Malang, Kampanye Cegah Perkawinan Anak Digencarkan
Korupsi Dana Hibah KONI, AP Tuntut Kejati Gorontalo Berlaku Adil dan Tangkap Bendahara
Dugaan KPOD Getar dan Nama Sekretaris PSI Kalbar Mencuat di Lokasi Tabrakan, Polisi Didesak Usut Tuntas!
Guru Bahasa Arab UM Dilatih Kembangkan Tes Interaktif
Monopoli Dapur MBG Sumut, Ketum Parpol Diduga Terima Setoran Ratusan Juta
Dugaan Narkoba Marak di Rutan Medan, GPDB Desak Menteri Imipas Segera Copot Karutan
Bukan Honor Nyanyi, KPK Duga Bebizie Terima Aliran Uang Kasus Gratifikasi Batu Bara Kukar
Buntut Penggeledahan KPK, Mantan Pj Wali Kota Bengkulu Langsung Ajukan Pensiun Dini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:24 WIB

1.000 Orang Hadiri Senam Kreasi di Malang, Kampanye Cegah Perkawinan Anak Digencarkan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Korupsi Dana Hibah KONI, AP Tuntut Kejati Gorontalo Berlaku Adil dan Tangkap Bendahara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:23 WIB

PKN XXI PMII di Jombang, Kader Diajak Menapak Jejak Pendahulu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Guru Bahasa Arab UM Dilatih Kembangkan Tes Interaktif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Monopoli Dapur MBG Sumut, Ketum Parpol Diduga Terima Setoran Ratusan Juta

Berita Terbaru