Pakar Tata Ruang ITN Tolak Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Sawah Dilindungi Kota Malang

d651f3b01ac39c943b51efac861faeab

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sawah Milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang (Dok: Istimewa).

Sawah Milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang (Dok: Istimewa).

Koran Satu, Malang – Rencana alih fungsi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kota Malang memicu kritik tajam dari kalangan akademisi. Dosen dan pakar tata ruang Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Dr. Agustina Nurul Hidayati, menilai proyek tersebut menabrak regulasi perlindungan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kebijakan tata ruang daerah.

Nurul menegaskan bahwa Kota Malang saat ini masih terseok-seok untuk memenuhi kuota RTH yang ideal. Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah daerah untuk tidak mengorbankan lahan pertanian produktif atau kawasan hijau demi kepentingan komersial.

“Kalau sudah berlabel Proyek Strategis Nasional (PSN) memang sulit, saya sampai speechless. Namun, jujur saja saya tidak setuju karena RTH di Kota Malang ini saja masih sangat kurang,” ujar Nurul kepada media, Kamis (18/6/2026).

Nilai Kebijakan Pemkot Malang Menjadi Kontradiktif

Menurut Nurul, rencana pembangunan gedung koperasi tersebut sangat bertolak belakang dengan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang sedang memperkuat Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Langkah alih fungsi lahan sawah ini memicu inkonsistensi dalam penegakan aturan tata ruang.

Ia menyarankan agar instansi terkait memindahkan lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih ke zona yang sesuai dengan peruntukannya. Mengingat fungsinya bergerak di sektor ekonomi, proyek tersebut seharusnya berdiri di kawasan perdagangan dan jasa.

“Koperasi Merah Putih itu masuk kategori perdagangan dan jasa. Maka tempatkan saja di kawasan yang memang sudah terplot untuk perdagangan dan jasa, jangan mengalihfungsikan lahan sawah atau ruang terbuka hijau,” tegasnya.

Alih Fungsi Lahan Picu Ancaman Banjir dan Genangan Air

Pakar tata ruang ini juga memperingatkan dampak buruk berkurangnya kawasan serapan air terhadap lingkungan perkotaan. Jika pemangkasan lahan hijau terus berlanjut, Kota Malang akan menghadapi ancaman banjir dan genangan air yang semakin parah akibat hilangnya daya resap tanah.

Baca Juga :  Suara Anak Jadi Pertimbangan Penyusunan Rencana Pembangunan Desa Wonorejo Tahun 2027

Tanpa RTH yang memadai, air hujan akan langsung berubah menjadi limpasan permukaan (run-off) menuju drainase yang kapasitasnya terbatas. Untuk itu, Nurul mengusulkan agar Pemkot Malang menetapkan target penambahan luasan RTH minimal satu persen setiap tahun demi menjaga keberlanjutan lingkungan.

Selain mendorong ketegasan pemerintah, Nurul mengajak masyarakat untuk aktif menyisakan area terbuka di pekarangan rumah masing-masing. Menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian alam menjadi kunci utama agar Kota Malang terhindar dari krisis lingkungan di masa depan.

Berita Terkait

Angka Putus Sekolah Tembus 50 Persen, JAKDI Desak Gubernur Khofifah Copot Kadisdik Jatim
Fakta Persidangan Menguat, KPK Rangkai Konstruksi Suap Rp3,5 Miliar ke Akbar Himawan
Soroti Temuan BPK, MAKI Sumut Minta Kejati Bongkar Dugaan Korupsi di Bapenda
GP Ansor dan Banser Perkuat Pengamanan Muktamar Ke-35 NU
DETAK HARMONI: KKN UBK Ajak Warga Cegah Hipertensi dan Diabetes Sejak Dini
Bagaimana YBM PLN Bikin Anak Yatim Tomohon Tidak Tertinggal di Tahun Ajaran Baru
Krisis Air Melanda Pandeglang, Pemuda Berdampak Salurkan 8.000 Liter Air Bersih
BRI Peduli Berbagi Sembako kepada Masyarakat Membutuhkan di Kabupaten Probolinggo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Angka Putus Sekolah Tembus 50 Persen, JAKDI Desak Gubernur Khofifah Copot Kadisdik Jatim

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Fakta Persidangan Menguat, KPK Rangkai Konstruksi Suap Rp3,5 Miliar ke Akbar Himawan

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Soroti Temuan BPK, MAKI Sumut Minta Kejati Bongkar Dugaan Korupsi di Bapenda

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:04 WIB

GP Ansor dan Banser Perkuat Pengamanan Muktamar Ke-35 NU

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:22 WIB

DETAK HARMONI: KKN UBK Ajak Warga Cegah Hipertensi dan Diabetes Sejak Dini

Berita Terbaru