Tiga Tahun Edukasi Judi Online, Imam Budi Hadirkan Brain Recovery

Perjalanan tiga tahun Imam Budi mengedukasi bahaya judi online melalui media sosial, podcast, seminar, dan program Brain Recovery.

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Imam Budi menjadi narasumber workshop bahaya judi online untuk meningkatkan kesadaran dan literasi masyarakat digital.

Imam Budi menjadi narasumber workshop bahaya judi online untuk meningkatkan kesadaran dan literasi masyarakat digital.

Koran Satu, Jakarta – Judi online telah menjadi salah satu tantangan sosial di era digital. Dampaknya tidak hanya berupa kerugian ekonomi, tetapi juga memengaruhi hubungan keluarga, kesehatan mental, produktivitas, hingga memicu berbagai persoalan sosial. Di tengah upaya pemerintah dalam memberantas praktik perjudian online, edukasi dinilai memiliki peran penting sebagai langkah pencegahan sekaligus pendukung proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.

Selama kurang lebih tiga tahun terakhir, konten kreator dan edukator Imam Budi secara konsisten mengangkat isu bahaya judi online melalui media sosial, podcast, seminar, serta berbagai forum edukasi. Berbeda dengan pendekatan yang hanya menyoroti kerugian atau kasus-kasus yang viral, ia memilih membahas bagaimana seseorang dapat terjebak dalam kecanduan, mengapa proses berhenti sering kali tidak mudah, dan bagaimana keluarga dapat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

“Selama ini banyak orang menganggap pecandu judi online hanya kurang niat. Padahal, dari berbagai cerita yang saya dengar, banyak di antara mereka sebenarnya ingin berhenti, tetapi tidak memahami mengapa dorongan untuk kembali berjudi terus muncul. Dari situ saya merasa edukasi harus berbicara lebih dalam,” ujar Imam Budi.

Perjalanan tersebut bermula dari konten-konten edukasi di media sosial yang membahas modus perjudian online, dampaknya terhadap kehidupan, hingga pentingnya membangun kesadaran sejak dini. Seiring waktu, semakin banyak masyarakat yang menghubunginya untuk berbagi pengalaman maupun meminta panduan dalam menghadapi anggota keluarga yang mengalami kecanduan judi online.

Selain aktif membuat konten digital, Imam Budi juga mengembangkan podcast yang menghadirkan kisah nyata para penyintas dan berbagai narasumber untuk memberikan perspektif yang lebih luas mengenai dampak judi online. Menurutnya, cerita nyata mampu membangun empati sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tanpa menghakimi mereka yang sedang berjuang untuk pulih.

Baca Juga :  Skandal Sel Mewah Salemba: KCI Desak Kementerian Imipas Copot Kalapas Buntut Foto Ilegal Edward Soeryadjaya

Gerakan edukasi tersebut juga dibawa ke berbagai sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan lembaga melalui seminar serta diskusi publik. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas bahaya judi online, tetapi juga literasi digital, pembentukan kebiasaan, pengambilan keputusan, serta pentingnya membangun ketahanan diri di tengah perkembangan teknologi.

Komitmen tersebut semakin diperkuat melalui jalur akademik. Dalam pendidikan magister (S2), Imam Budi memilih menjadikan fenomena judi online sebagai fokus penelitian tesisnya. Melalui penelitian tersebut, ia mendalami berbagai teori mengenai perilaku manusia, pembentukan kebiasaan, dan proses perubahan perilaku. Baginya, pengalaman lapangan dan kajian akademik saling melengkapi sehingga materi edukasi yang disampaikan memiliki dasar yang lebih kuat.

Berangkat dari pengalaman mendampingi masyarakat serta hasil kajian tersebut, Imam Budi kemudian mengembangkan Brain Recovery, sebuah program edukasi yang membantu peserta memahami proses pemulihan dari kecanduan judi online. Program ini membahas cara kerja otak, pembentukan kebiasaan, pengelolaan pola pikir, regulasi emosi, hingga strategi membangun rutinitas baru yang lebih sehat.

Ia menegaskan bahwa Brain Recovery bukan layanan medis maupun pengganti terapi profesional, melainkan program edukasi yang memberikan pemahaman dan peta jalan bagi peserta dalam menjalani proses perubahan perilaku.

“Tujuan saya bukan menjanjikan kesembuhan instan. Yang ingin saya berikan adalah pemahaman dan sistem. Ketika seseorang memahami prosesnya, ia memiliki peluang yang lebih baik untuk membangun kebiasaan baru dan mempertahankan perubahan tersebut,” jelasnya.

Menurut Imam Budi, penanganan judi online membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Penegakan hukum, regulasi, dukungan keluarga, institusi pendidikan, komunitas, hingga literasi masyarakat harus berjalan beriringan. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengurangi stigma terhadap individu yang sedang berusaha pulih karena dukungan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan perubahan.

Baca Juga :  Chery Andalan, Dealer Resmi dengan Layanan Lengkap

Memasuki tahun ketiga gerakan edukasinya, Imam Budi berkomitmen untuk terus mengembangkan konten edukasi, podcast, seminar, penelitian, serta Brain Recovery sebagai kontribusi dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai bahaya judi online. Ia berharap semakin banyak orang memahami bahwa pencegahan tidak dimulai ketika seseorang telah kehilangan segalanya, melainkan melalui pengetahuan, kesadaran, dan edukasi yang tepat sejak dini.

Baginya, di balik setiap angka statistik judi online terdapat manusia, keluarga, dan masa depan yang layak diperjuangkan. Karena itu, edukasi bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih sadar, tangguh, dan mampu mencegah dampak buruk judi online.

Berita Terkait

Massa Mendirikan Tenda Perlawanan di PN Jaktim, Desak Transparansi Kasus Roy Suryo
Seleksi BIB Rampung, Penerima Beasiswa Diingatkan Tak Jadi Intelektual Menara Gading
Usut Mega Korupsi Jiwasraya-Asabri Rp39 Triliun, Atmaja Desak Kejagung Periksa Bakrie Group
Mengendap di KPK, Pengusutan Dugaan Korupsi Telkomsel-BRI Rp2 Triliun Terkesan Jalan di Tempat
Langkah Tegas Kepala BGN Sudaryono, Pecat Ratusan Pegawai dan Permanenkan Suspensi 833 Dapur MBG
Soroti Cost Recovery Rp300 Triliun, KCI Minta SKK Migas Audit Inpex Masela
Mertua Divonis 12 Tahun, Gaya Hidup Mewah Selebgram Nabila Gardena Ramai Dikritik
KCI Minta BPK dan KPK Usut Dugaan Persekongkolan Oknum Pemda-Inpex di Blok Masela

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Massa Mendirikan Tenda Perlawanan di PN Jaktim, Desak Transparansi Kasus Roy Suryo

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Tiga Tahun Edukasi Judi Online, Imam Budi Hadirkan Brain Recovery

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:30 WIB

Usut Mega Korupsi Jiwasraya-Asabri Rp39 Triliun, Atmaja Desak Kejagung Periksa Bakrie Group

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:57 WIB

Mengendap di KPK, Pengusutan Dugaan Korupsi Telkomsel-BRI Rp2 Triliun Terkesan Jalan di Tempat

Senin, 27 Juli 2026 - 18:30 WIB

Langkah Tegas Kepala BGN Sudaryono, Pecat Ratusan Pegawai dan Permanenkan Suspensi 833 Dapur MBG

Berita Terbaru