FKK Desak BK DPRD DKI dan KPK Tindak Tegas Bebizie Soal Aliran Dana PT BKS

FKK Desak KPK Tangkap Bebizie Soal Aliran Uang Batu Bara Kukar!

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN, Bebizie Sri Mulyati (Dok: Istimewa)

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN, Bebizie Sri Mulyati (Dok: Istimewa)

Koran Satu, Jakarta — Lembaga swadaya masyarakat Forum Kawal Kebijakan (FKK) mengecam keras munculnya nama Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN, Bebizie Sri Mulyati, dalam pusaran kasus dugaan gratifikasi per metrik ton batu bara di Kutai Kartanegara (Kukar).

FKK mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sekadar menerima pengembalian uang, tetapi segera menaikkan status hukum dan menangkap pihak-pihak yang terlibat.

Ketua Forum Kawal Kebijakan (FKK), Muhammad Fariz, menilai temuan aliran dana dari PT Bara Kumala Sakti (BKS) kepada seorang pejabat publik merupakan bukti nyata betapa guritanya pengaruh korporasi tambang dalam merusak integritas wakil rakyat.

“Kami mengecam keras tindakan penerimaan aliran uang tersebut. Sebagai anggota dewan, tidak ada alasan pembenar untuk menerima dana dari perusahaan tambang, apalagi KPK sudah menegaskan uang itu bukan honor nyanyi. Pengembalian uang tidak bisa menghapus tindak pidana sesuai Pasal 4 UU Tipikor. Kami mendesak KPK bergerak cepat, usut tuntas motifnya, dan segera tangkap yang bersangkutan agar ada efek jera,” tegas Muhammad Fariz kepada jurnalis koransatu.co, Rabu (19/8/2026).

Fariz menambahkan, dalih pengembalian uang sering kali dijadikan jalan pintas bagi para pejabat untuk lolos dari jerat hukum.

Menurutnya, publik berhak mendapatkan keadilan atas praktik gratifikasi sektor pertambangan yang selama ini telah merugikan keuangan negara dan merusak tata kelola lingkungan di Kukar.

Selain mendesak tindakan tegas dari lembaga antirasuah, FKK juga meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta dan pimpinan partai politik yang menaungi Bebizie untuk tidak tinggal diam.

Fariz menuntut adanya sanksi etik dan penindakan disiplin organisasi secara transparan demi menjaga marwah lembaga legislatif di mata masyarakat.

Baca Juga :  Kritik Yudi Latif dan Hendrajit Dinilai Jadi Bahan Evaluasi Jelang Muktamar NU

Berita Terkait

Bareskrim Bidik Eks Dirut PTPN XI DP dan Direktur AT, Otak di Balik Korupsi Proyek PG Djatiroto Rp871 Miliar!
Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!
Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi
Jejak Kejahatan Santoso Halim dan Sukoco Halim: Dari Perusahaan Abal-abal Hingga Kredit Bermasalah Bank Syariah
Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG
Surat Berharga SDB MNC Bank Diduga Hilang, DPR Desak OJK Turun Tangan Usut Manajemen Risiko!
Perpanjangan Konsesi Tol CMNP Berpotensi Rugikan Negara Rp25 Triliun, IAW Desak Kejagung Turun Tangan!
Dugaan Korupsi Lahan PTPN dan Citraland Ditaksir Ratusan Triliun, DPR dan Kejagung Diduga Redam Kasus!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:37 WIB

Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!

Jumat, 4 September 2026 - 10:05 WIB

Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi

Kamis, 3 September 2026 - 18:37 WIB

Jejak Kejahatan Santoso Halim dan Sukoco Halim: Dari Perusahaan Abal-abal Hingga Kredit Bermasalah Bank Syariah

Kamis, 3 September 2026 - 11:01 WIB

Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG

Kamis, 3 September 2026 - 10:20 WIB

Surat Berharga SDB MNC Bank Diduga Hilang, DPR Desak OJK Turun Tangan Usut Manajemen Risiko!

Berita Terbaru