Koran Satu, Malang — Ketua Umum IKA-PMII Kota Malang terpilih periode 2026–2031, Edi Purwanto, menyiapkan arah baru organisasi dengan mengusung empat pilar utama. Program tersebut difokuskan pada penguatan kelembagaan, integrasi alumni, penyelamatan aset organisasi, serta perluasan kontribusi sosial-keagamaan dan kemasyarakatan.
Arah kepemimpinan itu tertuang dalam dokumen visi-misi yang disusun sebagai pedoman organisasi selama lima tahun mendatang. Kepengurusan baru menargetkan IKA-PMII Kota Malang berkembang menjadi organisasi alumni yang lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Pria yang akrab disapa Edhenk itu menegaskan IKA-PMII Kota Malang harus mampu menjadi simpul yang menghubungkan potensi alumni lintas generasi dan profesi.
“IKA-PMII Kota Malang harus menjadi poros interkoneksi diaspora alumni yang mandiri secara kelembagaan, transparan, profesional, serta berkelanjutan dalam memperluas peran sosial-keagamaan dan kemasyarakatan,” demikian jelasnya melalui keterangan tertulis.
Pilar pertama diarahkan pada transformasi sistem informasi dan integrasi alumni melalui pendataan digital terpadu. Program tersebut juga mencakup kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai upaya menyatukan potensi alumni yang selama ini tersebar di berbagai sektor.
“Kami akan mengintegrasikan alumni lintas generasi melalui pendataan digital terpadu dan KTA-isasi nasional untuk mengurai potensi alumni yang selama ini terfragmentasi,” tulisnya.
Selain itu, Dalam visi-misinya, ia menempatkan penguatan tata kelola organisasi sebagai agenda prioritas, terutama melalui pembentukan badan hukum resmi dan penyelesaian legalitas aset.
“Pendirian badan hukum resmi IKA-PMII Kota Malang, penyelesaian legalitas aset, serta tata kelola Graha Arshaka dan pembangunan Masjid IKA-PMII menjadi prioritas kelembagaan,” ujar Edhenk dalam keterangan tertulisnya.
Pilar berikutnya berfokus pada penguatan konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan. Melalui jejaring yang lebih terstruktur, kepengurusan baru ingin memperluas ruang pendampingan karier sekaligus meningkatkan rekognisi alumni di sektor birokrasi, politik, korporasi, dan media.
Sementara itu, pilar keempat mengusung pengarusutamaan gender, penguatan kajian isu publik, serta pengembangan tradisi intelektual. Program tersebut mencakup penguatan peran perempuan IKA-PMII, penyusunan rekomendasi akademik atas berbagai persoalan perkotaan, hingga pengarsipan karya intelektual alumni sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama berbasis Aswaja.
Dalam bidang pengembangan organisasi, Graha Arshaka akan dioptimalkan sebagai pusat kaderisasi dan pemberdayaan alumni. Fasilitas tersebut dirancang menjadi ruang kerja bersama (co-working space), pusat pelatihan keterampilan digital, inkubator kewirausahaan, klinik pendampingan profesional, layanan advokasi hukum, hingga perpustakaan digital.
“Graha Arshaka akan dioptimalkan sebagai ruang kerja bersama, pusat pelatihan keterampilan digital, penulisan riset dan kebijakan publik, serta pengembangan wirausaha bagi alumni muda,” tulis Edhenk.
Di sisi lain, pembangunan Masjid IKA-PMII diproyeksikan tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Program yang disiapkan meliputi kajian Aswaja, pengelolaan dana sosial melalui Baitul Maal IKA-PMII, serta madrasah digital dan literasi keagamaan bagi masyarakat sekitar.
“Masjid akan menjadi pusat kajian Aswaja, pemberdayaan ekonomi melalui Baitul Maal, serta madrasah digital dan literasi keagamaan bagi masyarakat,” tulisnya.
Melalui empat pilar tersebut, Edi menargetkan IKA-PMII Kota Malang tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi alumni. Organisasi diharapkan berkembang sebagai pusat kolaborasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pengabdian kepada masyarakat dengan tata kelola yang semakin kuat dan berkelanjutan.








Komentar