Matematika Saja Tak Cukup di Era Digital

d651f3b01ac39c943b51efac861faeab

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis adalah Sastrani Gulo, Mahasiswa Universitas Pamulang.

Penulis adalah Sastrani Gulo, Mahasiswa Universitas Pamulang.

Koran Satu, Opini – Di era digital saat ini, data telah menjadi bagian dari hampir seluruh aktivitas manusia. Setiap hari, kita menghasilkan data melalui media sosial, transaksi digital, layanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas belanja online.

Data yang dulunya hanya dianggap sebagai kumpulan angka kini berubah menjadi aset berharga yang mampu memengaruhi keputusan besar di berbagai sektor.
Perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, dan Big Data semakin menunjukkan bahwa data memiliki peran penting dalam kehidupan modern.

Perusahaan teknologi, lembaga kesehatan, sektor keuangan, bahkan pemerintahan kini sangat bergantung pada data untuk mengambil keputusan yang cepat dan akurat. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan memahami dan mengolah data menjadi salah satu keterampilan penting di era sekarang.

Sebagai mahasiswa matematika, saya melihat perubahan ini sebagai tantangan sekaligus peluang besar.

Selama perkuliahan, mahasiswa matematika terbiasa mempelajari konsep-konsep seperti statistika, probabilitas, aljabar linear, kalkulus, dan optimasi. Awalnya, banyak dari materi tersebut terasa abstrak dan sering menimbulkan pertanyaan: sebenarnya konsep ini akan digunakan untuk apa di dunia kerja?

Jawabannya kini semakin jelas. Hampir semua konsep tersebut merupakan fondasi utama dalam Data Science. Data Science adalah bidang yang berfokus pada proses pengumpulan, pengolahan, analisis, hingga interpretasi data untuk menghasilkan informasi yang berguna.

Dalam praktiknya, Data Science tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga dasar matematika yang kuat. Inilah alasan mengapa mahasiswa matematika memiliki potensi besar untuk berkembang di bidang ini.

Menurut saya, salah satu keunggulan mahasiswa matematika terletak pada pola pikir yang logis, sistematis, dan analitis. Kemampuan ini sangat penting dalam proses analisis data, terutama ketika harus menemukan pola dari data yang kompleks. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, kemampuan berpikir kritis seperti ini menjadi nilai tambah yang sangat besar. Namun, ada satu hal yang perlu disadari: kemampuan matematika saja tidak lagi cukup.

Baca Juga :  Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG

Di era digital, dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang mampu memahami teori, tetapi juga mereka yang bisa mengaplikasikan teori tersebut untuk menyelesaikan masalah nyata. Artinya, mahasiswa matematika juga perlu mengembangkan keterampilan baru, terutama dalam bidang Data Science dan teknologi komputasi.

Dari sini terlihat bahwa matematika sebenarnya sangat dekat dengan perkembangan teknologi saat ini. Sayangnya, masih banyak mahasiswa matematika yang fokus pada teori tanpa mencoba memahami bagaimana penerapannya di dunia nyata.

Padahal, dengan belajar Data Science, mahasiswa dapat melihat bahwa matematika bukan sekadar rumus atau pembuktian teorema, tetapi alat untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata.

Selain itu, belajar Data Science juga mendorong mahasiswa untuk menguasai keterampilan komputasi seperti Python atau R. Kedua bahasa pemrograman ini sangat populer dalam pengolahan data dan analisis statistik. Kombinasi antara kemampuan matematika dan keterampilan programming akan menjadi bekal yang sangat kuat dalam menghadapi persaingan kerja di masa depan.

Saya memahami bahwa proses adaptasi ini tidak selalu mudah. Banyak mahasiswa matematika yang terbiasa dengan pendekatan teoritis mungkin merasa kesulitan saat mulai belajar coding atau analisis data. Perubahan dari pola pikir yang berorientasi pada teori menuju pendekatan berbasis eksperimen memang membutuhkan waktu dan konsistensi.

Namun, tantangan tersebut seharusnya tidak menjadi hambatan. Justru di situlah peluang besar terbuka. Mahasiswa matematika memiliki modal dasar yang sangat kuat untuk masuk ke dunia Data Science. Tinggal bagaimana kita mau terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan diri sesuai kebutuhan zaman.

Pada akhirnya, belajar Data Science bukan lagi sekadar pilihan tambahan bagi mahasiswa matematika, melainkan sebuah kebutuhan. Dunia terus bergerak menuju era yang semakin bergantung pada data. Mereka yang mampu memahami, mengolah, dan memanfaatkan data akan memiliki peran penting di masa depan.

Baca Juga :  FKK Desak KPK Usut Tuntas Menteri Berinisial "RAMA" yang Namanya Disebut dalam Sidang Eks Wamen Imipas Silmy Karim

Sebagai mahasiswa matematika, kita memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari perubahan tersebut. Matematika tetap penting sebagai fondasi, tetapi di era digital ini, matematika saja tidak cukup. Kita juga perlu siap beradaptasi dengan teknologi agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi masa depan.

*Penulis adalah Sastrani Gulo, Mahasiswa Universitas Pamulang.

Berita Terkait

Islam Bukan Agama Lemah: Mengkritisi Doktrin Pengharaman Demonstrasi Dalam Perspektif Muslim
Warganet Mengeluh soal MBG, Pemerintah Diam: Apa Risikonya?
Merawat Ikrar 1928 di Ruang Digital: Santun Berbahasa & Menjaga Persatuan
Ketika Angka Menentukan Arah Perusahaan
Ketika Bola Tak Lagi Sekadar Bola: Ironi Perang Daring Netizen Indonesia-Malaysia
Standar Ganda “Polisi Agama” di Madura
Kutukan (atau Keajaiban?) 6 Menit Per Kampus
NU 2045: Dari Kursi ke Karya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:40 WIB

Islam Bukan Agama Lemah: Mengkritisi Doktrin Pengharaman Demonstrasi Dalam Perspektif Muslim

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:18 WIB

Warganet Mengeluh soal MBG, Pemerintah Diam: Apa Risikonya?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Merawat Ikrar 1928 di Ruang Digital: Santun Berbahasa & Menjaga Persatuan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Ketika Angka Menentukan Arah Perusahaan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Ketika Bola Tak Lagi Sekadar Bola: Ironi Perang Daring Netizen Indonesia-Malaysia

Berita Terbaru