Soroti Gurita Tambang Ilegal Lampung, KAMI Gelar Aksi Jilid III di Mabes Polri

Demo di Depan Mabes Polri, Mahasiswa Desak Berantas Tambang Batu Bara Ilegal di Lampung

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KAMI Kembali Menggelar Aksi Demonstrasi Jilid III di depan Gedung Mabes Polri (Dok: Istimewa)

KAMI Kembali Menggelar Aksi Demonstrasi Jilid III di depan Gedung Mabes Polri (Dok: Istimewa)

Koran Satu, Jakarta – Gelombang protes terhadap aktivitas tambang dan pengangkutan batu bara ilegal di Provinsi Lampung terus berlanjut. Koalisi Aktivis Muda Indonesia (KAMI) kembali mendatangi Gedung Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta, Senin (13/7/2026), untuk menggelar aksi demonstrasi jilid III. Massa menilai praktik lancung tersebut telah merusak infrastruktur jalan, mengancam keselamatan publik, serta memicu kerugian besar bagi negara dan masyarakat.

Koordinator Daerah KAMI, Ahmad Sopian, menegaskan bahwa pergerakan ini murni merupakan wujud kepedulian sosial yang konstitusional. Berdasarkan investigasi dan laporan masyarakat, KAMI mengendus adanya pola pengangkutan batu bara tanpa izin yang memanipulasi dokumen atau surat jalan palsu.

Aktivitas penambangan tanpa izin ini melanggar Pasal 35 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Minerba, yang mengancam pelaku dengan pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Ahmad Sopian secara khusus menyoroti adanya indikasi pembiaran dan perlindungan dari oknum aparat yang membuat bisnis haram ini tetap berjalan mulus di lapangan.

“Kami berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti seluruh dugaan ini dan membuktikannya melalui proses hukum yang profesional, transparan, serta berdasarkan alat bukti yang ditemukan di lapangan,” ujar Ahmad Sopian saat memberikan keterangan kepada jurnalis di sela-sela aksi.

Dalam orasinya, KAMI mengusung tiga tuntutan utama yang menyasar petinggi instansi keamanan negara. Pertama, massa mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas Kapolda Lampung karena diduga membiarkan praktik pungutan liar dan mobilitas batu bara ilegal.

Kedua, KAMI meminta Mabes Polri segera memanggil dan mengusut tuntas Direktur Utama PT Tubaba Jaya Putra Coal, Hendra Bajil, yang mereka tuding sebagai mafia di balik lingkaran tambang ilegal tersebut.

Baca Juga :  Standar Ganda “Polisi Agama” di Madura

Tuntutan ketiga KAMI arahkan langsung kepada Panglima TNI. Massa mendesak Panglima TNI untuk mengevaluasi Pangdam Radin Inten atas dugaan memberikan perlindungan kepada Hendra Bajil. KAMI menuntut pemeriksaan menyeluruh terhadap siapa pun yang terbukti memberikan ruang bagi aktivitas yang melanggar hukum tersebut.

KAMI berharap aksi ini memicu perhatian serius dari pemerintah pusat demi tegaknya supremasi hukum dan kelestarian lingkungan di Lampung. Sebelum membubarkan diri secara tertib, Ahmad Sopian kembali mengingatkan massanya untuk tetap menjaga kondusivitas.

“Selamatkan infrastruktur, tegakkan hukum, berantas mafia tambang ilegal,” tegas Sopian menutup pernyataan sikapnya.

Berita Terkait

Basnang Said Ajak Kementerian Lain Hidupkan BLK Pesantren
Harta Kekayaan Eks Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal Disorot, FKK Desak Aphan Usut Tuntas Laporan Dugaan Korupsi
Presma UIN A.M. Sangadji: Pemuda Kerap Kehilangan Daya Kritis di Hadapan Kekuasaan
DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Bedah Relevansi Sumpah Pemuda di Tengah Persoalan Kekinian
Bahaya Laten Neo-Pamswakarsa dan Runtuhnya Ilusi Polri Bersama Rakyat
Akademisi IAIN Sorong Ingatkan Pemuda: Kritik Harus Punya Dasar Kuat
Dinilai Langgar Etika Pejabat Publik, Bapera Mubar Desak Gubernur Sultra Copot Kadis Pariwisata Ridwan Badallah
Lapas Kelas IIA Pontianak Diduga Masih Kebobolan Barang Terlarang, FKK Desak Pemeriksaan Menyeluruh Terhadap Kalapas Ridha Ansari

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Harta Kekayaan Eks Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal Disorot, FKK Desak Aphan Usut Tuntas Laporan Dugaan Korupsi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Presma UIN A.M. Sangadji: Pemuda Kerap Kehilangan Daya Kritis di Hadapan Kekuasaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:23 WIB

DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Bedah Relevansi Sumpah Pemuda di Tengah Persoalan Kekinian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Bahaya Laten Neo-Pamswakarsa dan Runtuhnya Ilusi Polri Bersama Rakyat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Akademisi IAIN Sorong Ingatkan Pemuda: Kritik Harus Punya Dasar Kuat

Berita Terbaru