Koran Satu, Sorong – Keberanian bersuara tanpa disertai tanggung jawab dinilai tidak akan membawa perubahan berarti. Pesan itu mengemuka dalam Diskusi Sumpah Pemuda yang digelar kalangan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong di Natal Cafe KM 13, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (28/10/2026).
“Kritik itu penting, tetapi harus lahir dari pemikiran yang kritis dan argumentasi yang kuat. Pemuda bukan penonton, melainkan bagian dari perubahan yang menentukan masa depan Indonesia,” kata Yusuf Septian Nur Effendi, akademisi IAIN Sorong yang menjadi pemateri dalam diskusi tersebut.
Forum bertajuk “Bersuara atau Bungkam? Menakar Keberanian dan Tanggung Jawab Pemuda di Tengah Persoalan Bangsa” ini diikuti seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) IAIN Sorong, ditambah sejumlah organisasi eksternal yang aktif di lingkungan kampus tersebut.
Menurut Yusuf, generasi muda saat ini berada di persimpangan. Di satu sisi mereka punya ruang luas untuk menyampaikan pendapat, di sisi lain dituntut menjalankan peran intelektual dan sosial secara bertanggung jawab.
“Pemuda hari ini dihadapkan pada pilihan: bersuara atau bungkam. Tapi keberanian bersuara saja tidak cukup. Ia harus dibarengi tanggung jawab intelektual dan sosial,” ujarnya.
Memaknai Ulang Sumpah Pemuda
Selain membahas keberanian bersuara, diskusi juga mengajak peserta menengok kembali makna Sumpah Pemuda. Peringatan setiap 28 Oktober dinilai tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan harus menghidupkan semangat persatuan di kalangan anak muda.
“Sumpah Pemuda jangan hanya diperingati setiap 28 Oktober lalu dilupakan. Semangatnya adalah persatuan dan tanggung jawab untuk menjawab tantangan zaman,” tutur Yusuf.
Peserta didorong untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut menyuarakan kebenaran dan mengawal kepentingan masyarakat. Kritik yang disampaikan pun diharapkan bersifat konstruktif dan berbasis argumentasi.
Keterlibatan berbagai organisasi mahasiswa dalam forum ini sekaligus menegaskan perlunya ruang dialog yang terbuka di kampus. Melalui ruang semacam itu, mahasiswa dapat saling bertukar pandangan dan membangun kesadaran bersama dalam menyikapi persoalan kebangsaan.








Komentar