Proyek Puskesmas Poncokusumo Mangkrak, Aroma Permainan Lelang dan Makelar Izin Menyengat

d651f3b01ac39c943b51efac861faeab

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

UPT Puskesmas Poncokusumo yang diduga mangkrak (Dok: Istimewa)

UPT Puskesmas Poncokusumo yang diduga mangkrak (Dok: Istimewa)

Koran Satu, Malang – Pembangunan UPT Puskesmas Poncokusumo yang diproyeksikan sebagai pusat layanan kesehatan warga Kabupaten Malang kini berujung mangkrak.

Bangunan megah yang berdiri di Jalan Melati, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau tersebut terbengkalai dan memicu gelombang kontroversi terkait dugaan manipulasi izin, pelanggaran tata ruang, hingga penyimpangan anggaran tender.

Proses lelang proyek bernilai Rp6,81 miliar yang digarap CV Arya Putra ini menuai sorotan tajam akibat selisih nominal yang dinilai tidak wajar.

Panitia menetapkan nilai pagu proyek sebesar Rp6,815 miliar, sementara Harga Perkiraan Sendiri (HPS) hanya berselisih beberapa sen lebih murah. Selisih yang sangat tipis ini menguatkan dugaan adanya pengondisian lelang sejak awal.

Pemerhati tata pemerintahan Malang Raya, Awangga Wisnuwardhana, menilai kejanggalan nominal HPS tersebut mengindikasikan adanya persekongkolan. Ia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengusut tuntas dugaan permainan lelang ini.

“Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pola kasat mata yang sering digunakan untuk memuluskan vendor tertentu dalam proses lelang,” tegas Awangga, Kamis (16/7/2026).

Selain masalah anggaran, proyek ini disinyalir berdiri di atas Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Bangunan belum dapat beroperasi sama sekali akibat belum mengantongi izin tertulis dari Bupati Malang serta terbentur persoalan legalitas Informasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (iKKPR).

Sorotan kini tertuju pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang. Sumber internal mengungkap dua oknum ASN berinisial F dan D diduga berperan sebagai makelar perizinan yang memuluskan izin proyek, padahal lokasi tersebut menabrak aturan tata ruang.

Mangkraknya fasilitas kesehatan ini menjadi cermin pemborosan anggaran publik. Masyarakat mendesak APH segera melakukan audit investigasi menyeluruh serta meminta Bupati Malang menindak tegas oknum pejabat yang diduga memanipulasi aturan demi keuntungan pribadi.

Baca Juga :  Lewat Buku Baru, Muhammad Nafis Soroti Dinamika Keluarga Masa Kini

Berita Terkait

Basnang Said Ajak Kementerian Lain Hidupkan BLK Pesantren
Harta Kekayaan Eks Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal Disorot, FKK Desak Aphan Usut Tuntas Laporan Dugaan Korupsi
Presma UIN A.M. Sangadji: Pemuda Kerap Kehilangan Daya Kritis di Hadapan Kekuasaan
DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Bedah Relevansi Sumpah Pemuda di Tengah Persoalan Kekinian
Bahaya Laten Neo-Pamswakarsa dan Runtuhnya Ilusi Polri Bersama Rakyat
Akademisi IAIN Sorong Ingatkan Pemuda: Kritik Harus Punya Dasar Kuat
Dinilai Langgar Etika Pejabat Publik, Bapera Mubar Desak Gubernur Sultra Copot Kadis Pariwisata Ridwan Badallah
Lapas Kelas IIA Pontianak Diduga Masih Kebobolan Barang Terlarang, FKK Desak Pemeriksaan Menyeluruh Terhadap Kalapas Ridha Ansari

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Harta Kekayaan Eks Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal Disorot, FKK Desak Aphan Usut Tuntas Laporan Dugaan Korupsi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Presma UIN A.M. Sangadji: Pemuda Kerap Kehilangan Daya Kritis di Hadapan Kekuasaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:23 WIB

DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Bedah Relevansi Sumpah Pemuda di Tengah Persoalan Kekinian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Bahaya Laten Neo-Pamswakarsa dan Runtuhnya Ilusi Polri Bersama Rakyat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Akademisi IAIN Sorong Ingatkan Pemuda: Kritik Harus Punya Dasar Kuat

Berita Terbaru