Dugaan KPOD Getar dan Nama Sekretaris PSI Kalbar Mencuat di Lokasi Tabrakan, Polisi Didesak Usut Tuntas!

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris DPW PSI Kalbar Eddo Susanto di lokasi kecelakaan. Foto: Dok. Satlantas Polresta Pontianak

Sekretaris DPW PSI Kalbar Eddo Susanto di lokasi kecelakaan. Foto: Dok. Satlantas Polresta Pontianak

Koran Satu, Pontianak — Penanganan kasus kecelakaan lalu lintas di depan Hotel Maestro, Jalan Sultan Abdurrahman, Kota Pontianak, mendadak memicu sorotan tajam masyarakat luas.

Insiden yang melibatkan mobil dan sepeda motor pada Kamis (20/8/2026) tersebut kini menyeret dugaan peredaran perangkat berbahaya yang publik kenal sebagai KPOD getar.

Masyarakat heboh usai warga menemukan perangkat yang diduga berkaitan dengan penggunaan zat terlarang di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) saat proses evakuasi korban berlangsung.

Spekulasi kian memanas di media sosial setelah unggahan viral mengaitkan kecelakaan serta pemilikan barang tersebut dengan Sekretaris PSI Kalimantan Barat berinisial ES.

Meski begitu, dugaan kandungan zat terlarang di dalam KPOD getar maupun keterlibatan langsung pengurus partai tersebut masih memerlukan verifikasi hukum serta uji laboratorium dari aparat kepolisian.

Informasi liar yang beredar di jagat maya tidak serta-merta menjadi dasar hukum untuk menetapkan status pidana seseorang sebelum proses penyidikan resmi tuntas.

Merespons polemik tersebut, publik mendesak Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dan Polresta Pontianak bergerak cepat tanpa pandang bulu.

Aparat harus membongkar asal-usul perangkat KPOD getar, memeriksa kandungan kimia di dalamnya, serta menyelidiki potensi jaringan peredarannya di Kota Pontianak.

Selain penegakan hukum dari kepolisian, masyarakat juga menanti langkah kooperatif dan respons resmi dari jajaran pengurus DPW PSI Kalbar.

Publik menuntut klarifikasi terbuka untuk memperjelas status keterlibatan oknum petinggi partai berinisial ES guna menjaga transparansi di mata hukum.

Baca Juga :  Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga Bersama Bank Indonesia Kediri Gelar Sosialisasi Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen di Desa Jatirejo

Berita Terkait

1.000 Orang Hadiri Senam Kreasi di Malang, Kampanye Cegah Perkawinan Anak Digencarkan
Korupsi Dana Hibah KONI, AP Tuntut Kejati Gorontalo Berlaku Adil dan Tangkap Bendahara
PKN XXI PMII di Jombang, Kader Diajak Menapak Jejak Pendahulu
Guru Bahasa Arab UM Dilatih Kembangkan Tes Interaktif
Monopoli Dapur MBG Sumut, Ketum Parpol Diduga Terima Setoran Ratusan Juta
Dugaan Narkoba Marak di Rutan Medan, GPDB Desak Menteri Imipas Segera Copot Karutan
Bukan Honor Nyanyi, KPK Duga Bebizie Terima Aliran Uang Kasus Gratifikasi Batu Bara Kukar
Buntut Penggeledahan KPK, Mantan Pj Wali Kota Bengkulu Langsung Ajukan Pensiun Dini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:24 WIB

1.000 Orang Hadiri Senam Kreasi di Malang, Kampanye Cegah Perkawinan Anak Digencarkan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Korupsi Dana Hibah KONI, AP Tuntut Kejati Gorontalo Berlaku Adil dan Tangkap Bendahara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:23 WIB

PKN XXI PMII di Jombang, Kader Diajak Menapak Jejak Pendahulu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Guru Bahasa Arab UM Dilatih Kembangkan Tes Interaktif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Monopoli Dapur MBG Sumut, Ketum Parpol Diduga Terima Setoran Ratusan Juta

Berita Terbaru