Koransatu, Malang – Ribuan pramuka santri dari berbagai penjuru Nusantara mulai memadati Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” di Bululawang, Kabupaten Malang. Hingga Rabu (30/9/2026) sore, panitia melaporkan sebanyak 31 kontingen telah menyelesaikan proses registrasi ulang. Jumlah tersebut meliputi perwakilan dari 29 provinsi ditambah kontingen tuan rumah.
Meskipun upacara pembukaan baru dijadwalkan pada Kamis (1/10/2026), antusiasme peserta sudah sangat terasa. Sejumlah rombongan dari luar pulau seperti Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah bahkan rela menempuh perjalanan panjang melalui jalur laut dan darat agar tiba lebih awal di lokasi perkemahan.
Nofriansyah selaku Pembina Kontingen Kalimantan Barat menyebutkan rombongannya harus berangkat lebih awal. “Kita memang mengikuti arahan dari Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat. Jadwal keberangkatan itu tanggal 25, lewat jalur darat,” ujarnya.
Keputusan ini diambil karena terbatasnya jadwal pelayaran menjelang hari pelaksanaan. “Kapal laut memang tanggal 25 saja yang ada. Yang dekat-dekat H-1, H-2 itu memang tidak ada. Tujuannya pun Semarang, bukan Surabaya, jadi lumayan jauh,” tambah Nofriansyah.
Jeda waktu sebelum kompetisi resmi bergulir dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta untuk beradaptasi sekaligus mematangkan persiapan. “Kita sampai di An-Nur H-3, sementara pelaksanaannya belum dimulai. Untuk sementara waktu, pertama kita gunakan untuk persiapan yang memang belum selesai. Kedua, kita coba latihan lomba-lomba yang akan dilombakan,” terangnya.
Di samping itu, daya tarik konsep pesantren wisata yang ditawarkan oleh Ponpes An-Nur II turut memberikan penyegaran bagi para santri dan pendamping. Nurhayati, pendamping asal Sulawesi Tengah, memuji pengelolaan yang disuguhkan oleh pihak tuan rumah.
“Alhamdulillah, sangat bahagia, senang melihat suasana Pondok Pesantren An-Nur ini. Berbeda dengan pesantren-pesantren yang pernah saya kunjungi. Terlihat bagaimana pesantren ini memberikan kesan tata kelola yang baik, mulai dari kebersihan, tempat wisatanya, ditambah lagi banyak nilai pendidikan yang saya kira positif untuk santri-santri kami ke depan,” ungkap Nurhayati.
Pertemuan akbar pramuka santri lintas pulau ini menjadi ajang merajut silaturahmi. Salah seorang pendamping kontingen juga menitipkan pesan persaudaraan bagi peserta lain yang masih dalam perjalanan.
“Hati-hati di jalan untuk semua, karena kita berasal dari wilayah yang berbeda. Ada yang dari Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan lain sebagainya. Kemudian yang kedua, kita junjung sportivitas. Bertanding selayaknya bertanding. Ketika bertanding kita lawan, ketika di luar kita kawan,” pesannya.








Komentar