31 Kontingen Tiba di Malang, PPSN VI di Ponpes Wisata An-Nur II Siap Digelar

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Barisan kontingen pramuka santri dari berbagai daerah tampil antusias saat mematangkan persiapan jelang pembukaan PPSN VI di Ponpes Wisata An-Nur II Malang. (Foto: Ist).

Barisan kontingen pramuka santri dari berbagai daerah tampil antusias saat mematangkan persiapan jelang pembukaan PPSN VI di Ponpes Wisata An-Nur II Malang. (Foto: Ist).

Koransatu, Malang – Ribuan pramuka santri dari berbagai penjuru Nusantara mulai memadati Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” di Bululawang, Kabupaten Malang. Hingga Rabu (30/9/2026) sore, panitia melaporkan sebanyak 31 kontingen telah menyelesaikan proses registrasi ulang. Jumlah tersebut meliputi perwakilan dari 29 provinsi ditambah kontingen tuan rumah.

Meskipun upacara pembukaan baru dijadwalkan pada Kamis (1/10/2026), antusiasme peserta sudah sangat terasa. Sejumlah rombongan dari luar pulau seperti Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah bahkan rela menempuh perjalanan panjang melalui jalur laut dan darat agar tiba lebih awal di lokasi perkemahan.

Nofriansyah selaku Pembina Kontingen Kalimantan Barat menyebutkan rombongannya harus berangkat lebih awal. “Kita memang mengikuti arahan dari Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat. Jadwal keberangkatan itu tanggal 25, lewat jalur darat,” ujarnya.

Keputusan ini diambil karena terbatasnya jadwal pelayaran menjelang hari pelaksanaan. “Kapal laut memang tanggal 25 saja yang ada. Yang dekat-dekat H-1, H-2 itu memang tidak ada. Tujuannya pun Semarang, bukan Surabaya, jadi lumayan jauh,” tambah Nofriansyah.

Jeda waktu sebelum kompetisi resmi bergulir dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta untuk beradaptasi sekaligus mematangkan persiapan. “Kita sampai di An-Nur H-3, sementara pelaksanaannya belum dimulai. Untuk sementara waktu, pertama kita gunakan untuk persiapan yang memang belum selesai. Kedua, kita coba latihan lomba-lomba yang akan dilombakan,” terangnya.

Di samping itu, daya tarik konsep pesantren wisata yang ditawarkan oleh Ponpes An-Nur II turut memberikan penyegaran bagi para santri dan pendamping. Nurhayati, pendamping asal Sulawesi Tengah, memuji pengelolaan yang disuguhkan oleh pihak tuan rumah.

“Alhamdulillah, sangat bahagia, senang melihat suasana Pondok Pesantren An-Nur ini. Berbeda dengan pesantren-pesantren yang pernah saya kunjungi. Terlihat bagaimana pesantren ini memberikan kesan tata kelola yang baik, mulai dari kebersihan, tempat wisatanya, ditambah lagi banyak nilai pendidikan yang saya kira positif untuk santri-santri kami ke depan,” ungkap Nurhayati.

Baca Juga :  Prasostia Yuzin Nahkodai RAPI Lokal 1 Purwakarta, Siap Perkuat Soliditas dan Tambah Anggota

Pertemuan akbar pramuka santri lintas pulau ini menjadi ajang merajut silaturahmi. Salah seorang pendamping kontingen juga menitipkan pesan persaudaraan bagi peserta lain yang masih dalam perjalanan.

“Hati-hati di jalan untuk semua, karena kita berasal dari wilayah yang berbeda. Ada yang dari Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan lain sebagainya. Kemudian yang kedua, kita junjung sportivitas. Bertanding selayaknya bertanding. Ketika bertanding kita lawan, ketika di luar kita kawan,” pesannya.

Berita Terkait

Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api
Lansia 80 Tahun Asal Pamekasan Dilaporkan Hilang Sejak Senin Pagi, Keluarga Minta Bantuan Warga
Jam Malam Pelajar di Purwakarta Tetap Berlaku, Satpol PP Intensifkan Pengawasan
Abaikan Hak Pekerja 11 Tahun, Manajemen Telkom Regional 1 Diduga Lakukan PHK Sepihak Secara Lisan
Gus Hilmy Dorong Pengelolaan Air Terpadu untuk Atasi Kekeringan di DIY
Lebih dari Sekadar Berwisata, Laras Triloka Mengajak Pengunjung Belajar dan Berinovasi
Bau Busuk di Saluran Warga, SPPG Karawang Wetan Milik Al- Jabbar Diduga Jadikan Got Pembuangan Limbah Cair, Ngaku Setoran 2juta Perbulan
Kecam Keras Dampak Mematikan Sound Horeg, Para Ulama dan Tokoh Jember Tuntut Bupati Terbitkan Larangan Total

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Lansia 80 Tahun Asal Pamekasan Dilaporkan Hilang Sejak Senin Pagi, Keluarga Minta Bantuan Warga

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Jam Malam Pelajar di Purwakarta Tetap Berlaku, Satpol PP Intensifkan Pengawasan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Abaikan Hak Pekerja 11 Tahun, Manajemen Telkom Regional 1 Diduga Lakukan PHK Sepihak Secara Lisan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Gus Hilmy Dorong Pengelolaan Air Terpadu untuk Atasi Kekeringan di DIY

Berita Terbaru

Daerah

Empat Gunung di Jatim Membara, Warga Waswas Asap dan Api

Rabu, 21 Okt 2026 - 07:59 WIB