DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Bedah Relevansi Sumpah Pemuda di Tengah Persoalan Kekinian

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berfoto bersama usai Diskusi dan Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda di Ruang Terbuka Hijau kampus, Rabu, 28 Oktober 2026. (Foto: Humas DEMA UIN Cirebon).

Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berfoto bersama usai Diskusi dan Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda di Ruang Terbuka Hijau kampus, Rabu, 28 Oktober 2026. (Foto: Humas DEMA UIN Cirebon).

Koran Satu, Cirebon – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Diskusi dan Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda di Ruang Terbuka Hijau kampus, Rabu (28/10/2026) sore. Forum bertema “Gugat Romantisme Sejarah: Membedah Realitas Kontemporer” itu mengajak mahasiswa menguji ulang makna Sumpah Pemuda di tengah persoalan sosial, politik, dan kebangsaan hari ini.

Bagi DEMA, peringatan Sumpah Pemuda tidak semestinya berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum ini justru dipakai untuk menakar sejauh mana semangat persatuan, keberanian, dan perjuangan pemuda pada 1928 masih relevan untuk menjawab tantangan masa kini.

“Kami tidak ingin Sumpah Pemuda hanya diperingati dengan upacara dan unggahan di media sosial, lalu dilupakan esok harinya. Pemuda 1928 berani mengambil sikap atas zamannya. Pertanyaannya sekarang, beranikah kita melakukan hal yang sama atas persoalan hari ini?” ujar Presiden Mahasiswa DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Sandy Al-Faris.

Lewat tema yang diusung, mahasiswa diajak keluar dari jebakan nostalgia sejarah. Semangat Sumpah Pemuda, menurut penyelenggara, perlu diterjemahkan menjadi sikap kritis terhadap berbagai persoalan masyarakat, mulai dari ketimpangan sosial, tantangan demokrasi, hingga peran generasi muda dalam mendorong perubahan.

Diskusi dibuka oleh tiga pemantik dari kalangan mahasiswa, yakni Ketua Umum DEMA Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) Duvan Valedia Zafirah, Ketua Umum DEMA Fakultas Syariah (FASYA) Afif Solehudin, serta kader Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Muhammad Sholeh Ramdlani.

“Romantisme sejarah itu nyaman, karena kita cukup bangga pada masa lalu tanpa harus berbuat apa-apa. Padahal ketimpangan sosial dan kemunduran demokrasi terjadi di depan mata kita. Di situlah semangat Sumpah Pemuda seharusnya diuji,” kata Duvan.

Baca Juga :  BRI Peduli Berbagi Sembako kepada Masyarakat Membutuhkan di Kabupaten Probolinggo

Paparan para pemantik kemudian ditanggapi oleh Wakil Ketua DEMA Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) M. Hilmi Ghifuron, Koordinator Kementerian DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) M. Walid, Sandy Al-Faris, serta Tiara Rahmawati dari Kementerian Kajian Strategis (Kastrat).

Kehadiran perwakilan lintas fakultas diharapkan memperkaya cara pandang dalam membaca hubungan antara sejarah perjuangan pemuda dan realitas yang dihadapi generasi muda sekarang. Forum ini sekaligus menjadi upaya merawat tradisi intelektual kampus melalui pertukaran gagasan dan adu argumentasi.

Dalam refleksi tersebut, persatuan dimaknai lebih dari sekadar kesamaan identitas atau slogan kebangsaan. Persatuan menuntut keberanian untuk mengakui persoalan bersama, membangun solidaritas, dan bersikap tegas terhadap ketidakadilan di tengah masyarakat.

“Persatuan bukan berarti semua harus seragam atau diam. Persatuan justru lahir ketika kita mau mengakui ada masalah bersama dan berani bersuara terhadap ketidakadilan,” tutur Tiara.

DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan mahasiswa harus menjadi bagian aktif dalam kehidupan demokrasi. Mahasiswa diharapkan mampu mengasah nalar kritis, memperkuat solidaritas lintas kelompok, serta mewujudkan semangat Sumpah Pemuda dalam tindakan nyata yang berpihak pada kepentingan publik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kabinet Emansipatoris DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk memperkuat ruang diskusi dan refleksi mahasiswa. Lewat forum semacam ini, sejarah tidak diperlakukan sebagai kenangan masa lalu, melainkan bahan evaluasi untuk membaca keadaan hari ini dan merumuskan arah perubahan ke depan.

Berita Terkait

Basnang Said Ajak Kementerian Lain Hidupkan BLK Pesantren
Harta Kekayaan Eks Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal Disorot, FKK Desak Aphan Usut Tuntas Laporan Dugaan Korupsi
Presma UIN A.M. Sangadji: Pemuda Kerap Kehilangan Daya Kritis di Hadapan Kekuasaan
Bahaya Laten Neo-Pamswakarsa dan Runtuhnya Ilusi Polri Bersama Rakyat
Akademisi IAIN Sorong Ingatkan Pemuda: Kritik Harus Punya Dasar Kuat
Dinilai Langgar Etika Pejabat Publik, Bapera Mubar Desak Gubernur Sultra Copot Kadis Pariwisata Ridwan Badallah
Lapas Kelas IIA Pontianak Diduga Masih Kebobolan Barang Terlarang, FKK Desak Pemeriksaan Menyeluruh Terhadap Kalapas Ridha Ansari
Kodim Purwakarta Sisir Kondisi Kesehatan Anak Panti, Belasan Peserta Perlu Perhatian

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Harta Kekayaan Eks Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal Disorot, FKK Desak Aphan Usut Tuntas Laporan Dugaan Korupsi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Presma UIN A.M. Sangadji: Pemuda Kerap Kehilangan Daya Kritis di Hadapan Kekuasaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:23 WIB

DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Bedah Relevansi Sumpah Pemuda di Tengah Persoalan Kekinian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Bahaya Laten Neo-Pamswakarsa dan Runtuhnya Ilusi Polri Bersama Rakyat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Akademisi IAIN Sorong Ingatkan Pemuda: Kritik Harus Punya Dasar Kuat

Berita Terbaru