Koran Satu, Jakarta – Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah menyajikan dua pertandingan pamungkas di Grup J antara Aljazair kontra Austria dan Yordania melawan Argentina pada Minggu (28/6/2026) pagi WIB. Hasil tersebut memastikan 32 tim terbaik mengamankan tiket untuk bertarung di fase gugur.
Kelolosan ini sekaligus menjaga asa publik untuk menyaksikan aksi dua megabintang sepak bola modern, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, di panggung tertinggi. Melihat skema dan bagan fase gugur yang telah rilis, skenario final impian yang mempertemukan Messi dan Ronaldo berpotensi menjadi kenyataan pada 19 Juli 2026 mendatang.
Messi Cetak Rekor Bersejarah, Argentina Juara Grup J
Lionel Messi sukses memimpin Timnas Argentina melaju ke babak 32 besar dengan status juara Grup J setelah menyapu bersih sembilan poin penuh. Pada pertandingan terakhir, tim Albiceleste menumbangkan Yordania dengan skor meyakinkan 3-1. Messi yang turun dari bangku cadangan turut mencatatkan namanya di papan skor melalui eksekusi tendangan bebas yang indah.
Satu gol tersebut membawa Messi memecahkan rekor baru dalam sejarah sepak bola. Berdasarkan data statistik Opta, penyerang berusia 39 tahun itu menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam tujuh pertandingan beruntun di kancah Piala Dunia.
Secara total, La Pulga menorehkan 11 gol dalam tujuh laga Piala Dunia terakhirnya. Catatan fantastis ini terbagi atas lima gol pada sisa laga Qatar 2022 dan enam gol sepanjang fase grup edisi 2026.
Jalan Terjal Portugal dan Cristiano Ronaldo Menuju Partai Puncak
Di sisi lain, Cristiano Ronaldo juga berhasil mengantarkan Portugal menembus babak knockout. Namun, langkah Selecao das Quinas sedikit kurang mulus karena harus puas finis sebagai runner-up Grup K di bawah Kolombia yang mengemas tujuh poin.
Akibat menempati peringkat kedua, Ronaldo dan kolega harus menempuh jalur neraka yang sangat terjal demi mencapai babak final. Pada babak 32 besar, Portugal sudah harus menghadapi ketangguhan Kroasia. Jika berhasil lolos, raksasa Eropa lainnya, Spanyol, kemungkinan besar sudah menunggu mereka pada babak 16 besar.
Tantangan bagi Ronaldo tidak berhenti sampai di situ. Apabila sukses menembus perempat final, Portugal berpotensi meladeni kekuatan tim-tim alot seperti Belgia, Amerika Serikat, Senegal, atau Bosnia-Herzegovina. Sedangkan di semifinal, ancaman dari tim kandidat juara seperti Jerman, Prancis, atau Belanda siap menghadang.
Sementara itu, jalur yang dihadapi Argentina relatif lebih ringan. Anak asuh Lionel Scaloni tersebut akan menantang tim debutan Tanjung Verde pada babak 32 besar, sebelum bersiap menghadapi pemenang antara Australia atau Mesir di babak berikutnya.
Piala Dunia 2026 ini diyakini menjadi panggung terakhir bagi Messi dan Ronaldo sebelum gantung sepatu dari level internasional. Publik sepak bola dunia kini tinggal menunggu apakah kedua pemegang gelar Greatest of All Time (GOAT) ini mampu mewujudkan laga penutup karier yang paling dramatis di partai puncak nanti.
Bagaimana menurut Anda mengenai pemetaan jalur fase gugur ini, apakah bagan “jalur neraka” Portugal akan menjadi ganjalan terbesar Ronaldo untuk bertemu Messi di final?








Komentar