Koran Satu, Dallas – Keajaiban Lionel Messi kembali memukau panggung Piala Dunia 2026. Sang megabintang membuktikan diri bahwa ia belum mau berhenti menjadi mesin gol mematikan bagi Timnas Argentina setelah membawa negaranya tampil perkasa di fase grup.
Timnas Argentina sukses menghajar Yordania dengan skor telak 3-1 pada laga pamungkas Grup J di Dallas Stadium, Arlington, Minggu (27/6/2026) siang WIB. Albiceleste mengunci kemenangan lewat sumbangan gol Giovani Lo Celso (19′), eksekusi penalti Lautaro Martinez (31′), dan lesakan bebas indah dari Lionel Messi pada menit ke-80.
Yordania hanya mampu membalas satu gol hiburan melalui aksi Mousa Tamari (55′) setelah memanfaatkan umpan matang Ehsan Haddad. Hasil positif ini membuat Argentina menutup persaingan Grup J dengan nilai sempurna, yaitu sembilan poin dari tiga kemenangan beruntun.
Kokoh di Puncak Top Skor dan Jauhi Rekor Miroslav Klose
Tambahan satu gol ke gawang Yordania tersebut mengukuhkan posisi Messi di urutan teratas daftar top skor sementara Piala Dunia 2026. Penyerang gaek ini total telah mengemas enam gol hanya dari tiga pertandingan di fase grup.
Catatan impresif ini juga mempertajam rekor pribadi La Pulga di panggung dunia.
Messi kini telah mengoleksi total 19 gol sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia, sekaligus memperlebar jarak dari rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, yang sempat memegang predikat pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan 16 gol.
Performa luar biasa Messi yang tetap prima di usia 39 tahun menuai decak kagum dari para pemain muda Argentina, salah satunya gelandang Atletico Madrid, Giuliano Simeone.
“Tidak banyak lagi yang perlu dikatakan tentangnya. Dia benar-benar yang terbaik di dunia, yang terbaik sepanjang masa, dan dia terus membuktikannya. Saya menyaksikannya sehari-hari bagaimana dia berlatih dan menjaga kondisi tubuhnya,” tutur Simeone.
Nico Paz Sebut AS Terasa Seperti Markas Sendiri
Pujian serupa juga datang dari gelandang berbakat asal klub Como 1907, Nico Paz. Menurutnya, Messi tidak hanya menjadi motor serangan tim secara individu, tetapi juga menjelma sebagai mentor terbaik bagi para pemain muda yang terpaut usia hingga 18 tahun darinya.
“Di usianya saat ini, dia masih memiliki hal baru untuk ditunjukkan, dan hari ini dia membuktikannya lagi,” ucap Nico Paz dengan nada takjub.
Paz juga memuji atmosfer luar biasa dari para suporter yang memadati stadion di Amerika Serikat. Kehadiran ribuan pendukung fanatik membuat para pemain Argentina merasa seperti sedang bertanding di rumah sendiri, Buenos Aires.
Dengan hasil ini, Argentina keluar sebagai juara Grup J dan menyusul langkah Meksiko serta Prancis sebagai tim yang berhasil menyapu bersih fase grup dengan poin sempurna. Pada babak 32 besar nanti, Argentina akan ditantang oleh tim debutan Tanjung Verde di Miami Stadium, Sabtu (4/7/2026) mendatang.








Komentar