Koran Satu, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan udara ke sejumlah titik strategis di wilayah Iran pada Sabtu (27/6/2026). Langkah penindakan ini menyasar fasilitas militer penting milik Teheran.
Melalui platform media sosial Truth Social, Trump membeberkan bahwa operasi militer tersebut membidik pusat persenjataan dan pertahanan Iran di pesisir.
“Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta lokasi radar pantai,” tulis Trump dalam unggahannya, dikutip Minggu (28/6/2026).
Trump menegaskan bahwa agresi militer ini merupakan jawaban langsung atas provokasi sepihak dari Teheran. Washington menilai Republik Islam tersebut telah mengabaikan kesepakatan damai yang sebelumnya telah disetujui bersama.
“Ini merupakan respons atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata, lagi!” tambah Trump dengan nada geram.
Trump Ancam Ambil Langkah Militer yang Lebih Luas
Lebih lanjut, Presiden ke-47 AS tersebut melayangkan peringatan keras ke sekutu Timur Tengah itu. Ia menyatakan bahwa Washington tidak akan ragu untuk mengambil opsi militer berskala besar apabila situasi keamanan regional terus memburuk.
Trump mengisyaratkan bahwa kesabaran diplomasi negaranya memiliki batas baku. Ia mengancam akan mengerahkan kekuatan penuh guna menumpas habis potensi ancaman dari Iran jika diperlukan.
“Mungkin akan tiba saatnya ketika kami tidak lagi dapat bersikap masuk akal, dan akan dipaksa menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kami mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!” ancam orang nomor satu di AS tersebut.
CENTCOM Sebut Serangan Balasan Atas Pembajakan Kapal Niaga
Di sisi lain, laporan dari internal media lokal Iran mengonfirmasi adanya rentetan ledakan di beberapa titik penting wilayah selatan. Serangan tersebut dilaporkan menghantam wilayah Pulau Qeshm, kawasan dekat Kota Sirik, hingga area sekitar Kota Pelabuhan Bandar-e Lengeh.
Secara terpisah, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) merilis pernyataan resmi yang membenarkan pergerakan armada tempur mereka.
Pihak CENTCOM menjelaskan bahwa operasi udara ini menjadi jawaban taktis atas tindakan ofensif militer Iran yang sebelumnya diduga kuat telah menyerang sebuah kapal niaga internasional saat sedang melintasi kawasan perairan Selat Hormuz.








Komentar