Demo di Depan KPK, Aktivis Desak Penyidik Segera Tetapkan Haji Her Sebagai Tersangka

FAPI Desak KPK Jangan Berhenti di Pemanggilan Formalitas

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Advokasi Pemuda Indonesia Melakukan Demonstrasi ke KPK (Gambar: Istimewa)

Forum Advokasi Pemuda Indonesia Melakukan Demonstrasi ke KPK (Gambar: Istimewa)

Koran Satu, Jakarta — Forum Advokasi Pemuda Indonesia (FAPI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera memanggil dan memeriksa kembali Khairul Umam alias Haji Her terkait dugaan kasus suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

FAPI menilai pemanggilan Haji Her beberapa waktu lalu sebagai saksi tidak boleh berhenti sebatas formalitas administratif tanpa kejelasan tindak lanjut hukum. Sebab, nama yang bersangkutan telah muncul dalam rangkaian proses penyidikan dan dokumen hasil penggeledahan penyidik, sehingga penting bagi KPK untuk mengungkap secara terang sejauh mana keterlibatan Haji Her dalam perkara tersebut.

“Jangan sampai publik melihat adanya keberanian setengah hati dalam penanganan kasus ini. Jika memang ada dugaan keterlibatan, maka harus diperiksa secara mendalam. Hukum tidak boleh tunduk pada pengaruh, relasi, ataupun kekuatan tertentu,” tegas FAPI dalam keterangannya.

FAPI menilai dugaan suap di lingkungan DJBC Kemenkeu bukan hanya persoalan hukum biasa, melainkan kasus serius yang berpotensi mencederai integritas institusi negara serta merusak kepercayaan publik terhadap sistem penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Menurut FAPI, KPK harus menunjukkan independensi dan keberaniannya dengan membuka secara transparan perkembangan penanganan perkara tersebut kepada publik. Seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan wajib dipanggil dan diperiksa tanpa pandang bulu, termasuk pihak-pihak yang selama ini dianggap memiliki pengaruh kuat.

“Nama yang pernah dipanggil penyidik tidak boleh kemudian hilang begitu saja tanpa kejelasan proses hukum. Jika memang tidak terlibat, sampaikan kepada publik secara terbuka. Tetapi apabila ditemukan indikasi keterlibatan, maka proses hukum harus berjalan tegas tanpa kompromi,” lanjut pernyataan tersebut.

FAPI juga mengingatkan bahwa lambannya pengungkapan kasus yang menyeret nama-nama tertentu berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, seolah hukum hanya tajam kepada pihak lemah namun tumpul terhadap pihak yang memiliki kekuatan modal dan jaringan.

Baca Juga :  Lambat Usut Dugaan Korupsi Dana Pokir DPRD, Polres Sumenep Memilih Bungkam

Karena itu, FAPI mendesak KPK untuk tidak berhenti pada pemeriksaan simbolik semata, tetapi benar-benar menelusuri aliran relasi, dugaan praktik suap, serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut menikmati dan melindungi praktik korupsi di lingkungan DJBC Kemenkeu.

Berita Terkait

Kerugian Negara Tembus Triliunan, KPK Didesak Usut Dugaan Keterlibatan Politikus Gerindra Ma’ruf Mubarok dalam Rokok Ilegal Jatim
Bongkar Kejahatan Tambang Ilegal Bengkulu, Jaksa Amankan 80 Ton Batu Bara dan Penjarakan Pelaku!
Diduga Jual Pita Cukai Rokok Palsu, Anggota DPR RI Misbakhun Bungkam dan Terancam Dipecat!
​Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif Rp9,1 Miliar Bank Mandiri: Kejati DKI Didesak Periksa Dirut Riduan!
Bareskrim Bidik Eks Dirut PTPN XI DP dan Direktur AT, Otak di Balik Korupsi Proyek PG Djatiroto Rp871 Miliar!
Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!
Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi
Jejak Kejahatan Santoso Halim dan Sukoco Halim: Dari Perusahaan Abal-abal Hingga Kredit Bermasalah Bank Syariah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:29 WIB

Bongkar Kejahatan Tambang Ilegal Bengkulu, Jaksa Amankan 80 Ton Batu Bara dan Penjarakan Pelaku!

Sabtu, 12 September 2026 - 15:02 WIB

Diduga Jual Pita Cukai Rokok Palsu, Anggota DPR RI Misbakhun Bungkam dan Terancam Dipecat!

Sabtu, 12 September 2026 - 14:34 WIB

​Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif Rp9,1 Miliar Bank Mandiri: Kejati DKI Didesak Periksa Dirut Riduan!

Senin, 7 September 2026 - 13:11 WIB

Bareskrim Bidik Eks Dirut PTPN XI DP dan Direktur AT, Otak di Balik Korupsi Proyek PG Djatiroto Rp871 Miliar!

Jumat, 4 September 2026 - 14:37 WIB

Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!

Berita Terbaru