Dugaan Nepotisme Vendor Blok Masela, KCI Soroti Keterlibatan Oknum Pemda

KCI Endus Nepotisme Penunjukan Vendor Proyek LNG Blok Masela Rp345 Triliun

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi PT Inpex (Gambar: Istimewa)

Ilustrasi PT Inpex (Gambar: Istimewa)

Koran Satu, Jakarta — Komunitas Cinta Indonesia (KCI) menyoroti dugaan praktik nepotisme dan penunjukan tidak sehat dalam penentuan kontraktor serta subkontraktor pada Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku.

Dugaan kerja sama tertutup antara oknum Pemerintah Daerah (Pemda) dan oknum internal PT Inpex Masela ini berpotensi merusak iklim investasi serta mengebiri persaingan usaha yang sehat di sektor hulu migas.

Ketua KCI, Moh. Aldy Maulana, menegaskan bahwa proyek raksasa bernilai 20,94 miliar dolar AS atau setara Rp345,51 triliun tersebut tidak boleh menjadi ajang transaksional bagi elite lokal yang memanfaatkan jabatan demi keuntungan kelompok tertentu.

“Kami menerima indikasi kuat adanya intervensi oknum pemerintah daerah dalam memplot vendor-vendor proyek Blok Masela. Ada dugaan kongkalikong antara oknum Pemda dan oknum perusahaan untuk membentuk konsorsium terselubung. Ini jelas pelanggaran etika pengelolaan investasi publik,” ujar Moh. Aldy Maulana dalam keterangan resminya, Senin (25/7/2026).

Aldy menjelaskan bahwa skema penunjukan vendor yang tidak transparan ini sengaja mengarahkan paket pekerjaan bernilai strategis hanya kepada lingkaran yang dekat dengan kekuasaan daerah.

Praktek diskriminatif tersebut berdampak langsung pada tersingkirnya para pelaku usaha lokal independen dan pengusaha asli Tanimbar yang sebenarnya memiliki legalitas serta kualifikasi teknis yang memadai.

KCI pun mengingatkan manajemen PT Inpex Masela agar konsisten menjaga independensi sebagai perusahaan asing dan menolak segala bentuk tekanan maupun negosiasi di bawah meja dari oknum pejabat daerah.

Pihaknya memastikan akan terus mengawal isu ini hingga PT Inpex dan Pemda memberikan jaminan keterbukaan informasi terkait mekanisme lelang serta kriteria penunjukan mitra kerja di Bumi Duan Lolat.

Baca Juga :  Bongkar Gurita Transaksional DPKPCK Malang: Oknum ASN Pengatur HPS Proyek Kini Jadi Target Sorotan Publik

Berita Terkait

Massa Mendirikan Tenda Perlawanan di PN Jaktim, Desak Transparansi Kasus Roy Suryo
Tiga Tahun Edukasi Judi Online, Imam Budi Hadirkan Brain Recovery
Seleksi BIB Rampung, Penerima Beasiswa Diingatkan Tak Jadi Intelektual Menara Gading
Usut Mega Korupsi Jiwasraya-Asabri Rp39 Triliun, Atmaja Desak Kejagung Periksa Bakrie Group
Mengendap di KPK, Pengusutan Dugaan Korupsi Telkomsel-BRI Rp2 Triliun Terkesan Jalan di Tempat
Langkah Tegas Kepala BGN Sudaryono, Pecat Ratusan Pegawai dan Permanenkan Suspensi 833 Dapur MBG
Soroti Cost Recovery Rp300 Triliun, KCI Minta SKK Migas Audit Inpex Masela
Mertua Divonis 12 Tahun, Gaya Hidup Mewah Selebgram Nabila Gardena Ramai Dikritik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Massa Mendirikan Tenda Perlawanan di PN Jaktim, Desak Transparansi Kasus Roy Suryo

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Tiga Tahun Edukasi Judi Online, Imam Budi Hadirkan Brain Recovery

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:30 WIB

Usut Mega Korupsi Jiwasraya-Asabri Rp39 Triliun, Atmaja Desak Kejagung Periksa Bakrie Group

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:57 WIB

Mengendap di KPK, Pengusutan Dugaan Korupsi Telkomsel-BRI Rp2 Triliun Terkesan Jalan di Tempat

Senin, 27 Juli 2026 - 18:30 WIB

Langkah Tegas Kepala BGN Sudaryono, Pecat Ratusan Pegawai dan Permanenkan Suspensi 833 Dapur MBG

Berita Terbaru