KCI Minta BPK dan KPK Usut Dugaan Persekongkolan Oknum Pemda-Inpex di Blok Masela

KCI Desak KPK dan BPK Audit Dugaan Persekongkolan Proyek LNG Blok Masela

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gedung KPK dan BPK (Dok: Istimewa)

Ilustrasi gedung KPK dan BPK (Dok: Istimewa)

Koran Satu, Jakarta — Dugaan persekongkolan antara oknum pejabat pemerintah daerah dan pengelola proyek LNG Blok Masela resmi masuk dalam radar pengawasan lembaga independen.

Komunitas Cinta Indonesia (KCI) mendesak badan pemeriksa dan aparat penegak hukum segera menggelar audit menyeluruh terhadap skema pengadaan mega-proyek tersebut.

Pihaknya mengkhawatirkan indikasi penyelewengan penunjukan kontraktor ini mengarah pada tindak pidana korupsi yang membebani keuangan negara, khususnya melalui skema cost recovery.

Ketua KCI, Moh. Aldy Maulana, meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan memeriksa proses lelang. Ia memandag penting upaya menelusuri dugaan aliran dana taktis dari korporasi kepada oknum pejabat daerah.

“Jika ada kongkalikong antara oknum Pemda dan internal Inpex, maka ada potensi kerugian negara yang disembunyikan dalam skema pengadaan. KPK dan BPK tidak boleh tinggal diam. Usut tuntas apakah ada praktik suap, gratifikasi, atau pemerasan berkedok kemitraan daerah di Blok Masela,” tegas Aldy.

Aldy menilai tindakan oknum Pemda yang mencoba mengintervensi alokasi paket proyek sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang (abuse of power) berkedok pembelaan aspirasi daerah.

Ia menyayangkan mentalitas berburu rente (rent-seeking) di tingkat birokrasi lokal yang berpotensi menghambat mega-investasi asing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, KCI mendesak Kejaksaan Agung dan KPK agar berani memanggil serta memeriksa oknum pejabat Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) maupun perwakilan manajemen PT Inpex yang terindikasi terlibat pemufakatan jahat.

Langkah audit investigatif ini menjadi kunci untuk menjamin transparansi publik dan memastikan seluruh pengeluaran proyek hulu migas dipertanggungjawabkan secara sah menurut hukum.

Baca Juga :  Perpanjangan Konsesi Tol CMNP Berpotensi Rugikan Negara Rp25 Triliun, IAW Desak Kejagung Turun Tangan!

Berita Terkait

Bareskrim Bidik Eks Dirut PTPN XI DP dan Direktur AT, Otak di Balik Korupsi Proyek PG Djatiroto Rp871 Miliar!
Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!
Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi
Jejak Kejahatan Santoso Halim dan Sukoco Halim: Dari Perusahaan Abal-abal Hingga Kredit Bermasalah Bank Syariah
Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG
Surat Berharga SDB MNC Bank Diduga Hilang, DPR Desak OJK Turun Tangan Usut Manajemen Risiko!
Perpanjangan Konsesi Tol CMNP Berpotensi Rugikan Negara Rp25 Triliun, IAW Desak Kejagung Turun Tangan!
Dugaan Korupsi Lahan PTPN dan Citraland Ditaksir Ratusan Triliun, DPR dan Kejagung Diduga Redam Kasus!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 13:11 WIB

Bareskrim Bidik Eks Dirut PTPN XI DP dan Direktur AT, Otak di Balik Korupsi Proyek PG Djatiroto Rp871 Miliar!

Jumat, 4 September 2026 - 14:37 WIB

Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!

Jumat, 4 September 2026 - 10:05 WIB

Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi

Kamis, 3 September 2026 - 18:37 WIB

Jejak Kejahatan Santoso Halim dan Sukoco Halim: Dari Perusahaan Abal-abal Hingga Kredit Bermasalah Bank Syariah

Kamis, 3 September 2026 - 11:01 WIB

Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG

Berita Terbaru