Koran Satu, Malang – Di era digital saat ini, cara seseorang dalam bekerja mulai mengalami perubahan besar. Jika dahulu seseorang harus menukar waktu dan tenaga secara langsung untuk mendapatkan penghasilan, kini perkembangan teknologi menghadirkan peluang baru yang memungkinkan seseorang tetap menghasilkan uang melalui sistem digital.
Hal tersebut menjadi prinsip yang dipegang oleh Sofyan Hadi, seorang kreator konten dan TikTok Affiliator asal Bondowoso yang kini tinggal di Kota Malang. Baginya, kerja keras memang penting, tetapi kerja keras saja tidak selalu cukup jika tidak diimbangi dengan strategi yang tepat.
Menurut Sofyan, banyak orang sudah terbiasa bekerja dengan mengandalkan tenaga. Namun, kemampuan fisik dan waktu setiap manusia memiliki batas.
“Kalau kita kerja menggunakan tenaga, hasilnya ya gitu-gitu saja. Karena tenaga dan waktu kita terbatas, jadi kita harus belajar kerja cerdas,” ujar Sofyan.
Pemikiran tersebut yang kemudian membuat Sofyan mendalami dunia digital, khususnya TikTok Affiliate. Ia melihat bahwa platform tersebut memberikan peluang berbeda karena sebuah konten yang dibuat tidak hanya bekerja saat pertama kali diunggah, tetapi dapat terus menghasilkan selama masih menarik perhatian dan menghasilkan penjualan.
Dalam sistem TikTok Affiliate, seorang kreator membantu mempromosikan produk melalui konten video. Jika ada pengguna yang membeli produk melalui promosi tersebut, kreator akan mendapatkan komisi.
“Kalau kita bermain di TikTok Affiliate, tidur pun bisa dapat uang jika produk yang kita promosikan ada yang beli. Karena itu, kita harus membuat video affiliate sebanyak mungkin agar peluangnya semakin besar,” jelas Sofyan.
Bagi Sofyan, jumlah konten yang dibuat menjadi salah satu faktor penting dalam memperbesar kesempatan mendapatkan penghasilan. Saat ini, ia telah menerapkan strategi dengan mengunggah banyak konten secara konsisten setiap hari.
“Saya sekarang sudah upload 15 video setiap hari. Semakin banyak video yang kita buat, semakin besar peluangnya,” ungkapnya.
Namun, Sofyan menegaskan bahwa banyaknya video bukan berarti asal membuat konten. Setiap video harus tetap memiliki nilai, kreativitas, dan kemampuan untuk menarik perhatian calon pembeli.
Ia mengibaratkan setiap video yang dibuat sebagai aset digital yang terus bekerja dalam jangka panjang.
“Video yang kita unggah itu adalah investasi kita. Kalau videonya bagus dan menjual, komisi akan terus masuk ke saldo kita. Video itu seperti aset yang bekerja untuk kita,” kata Sofyan.
Menurutnya, seorang kreator tidak hanya perlu mengejar hasil hari ini, tetapi juga membangun aset untuk masa depan. Semakin banyak konten berkualitas yang tersimpan dalam sebuah akun, semakin besar peluang konten tersebut mendatangkan penghasilan.
“Bayangkan kalau kita punya 1000 video di akun kita. Maka 1000 video itulah yang akan terus berjalan dan bekerja untuk kita. Kita tidak hanya mengandalkan waktu dan tenaga kita sendiri,” tambahnya.
Perjalanan Sofyan di dunia digital menunjukkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara seseorang melihat peluang. Dengan strategi yang tepat, kreativitas, dan konsistensi, pekerjaan yang dahulu dianggap hanya sebagai hiburan kini bisa menjadi sumber penghasilan.
Ia percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mencoba dunia digital, asalkan mau belajar dan tidak mudah menyerah.
“Kerja keras tetap dibutuhkan, tetapi jangan hanya bekerja lebih lama. Kita juga harus belajar bagaimana membuat pekerjaan kita menjadi lebih efektif. Itulah pentingnya kerja cerdas,” tutup Sofyan.
Kisah Sofyan menjadi bukti bahwa di era digital, sebuah ide sederhana dapat berkembang menjadi peluang besar. Dengan memanfaatkan teknologi dan membangun aset digital secara konsisten, seseorang dapat menciptakan sistem yang tetap bekerja bahkan ketika dirinya sedang beristirahat.








Komentar