Usut TPPU Tambang Emas Ilegal Madina, PPAML Desak Kapolda Sumut Sita Aset Kobol

Aktivis Desak Polda Sumut Usut Dugaan TPPU Tambang Emas Ilegal Milik Kobol di Madina

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Massa PPAML Madina Saat Menggelar Aksi Demonstrasi di Mapolda Sumut. (Dok: Istimewa)

Massa PPAML Madina Saat Menggelar Aksi Demonstrasi di Mapolda Sumut. (Dok: Istimewa)

Koran Satu, Medan – Kasus kerusakan lingkungan akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini menggelinding ke ranah pencucian uang. Puluhan massa yang tergabung dalam Perkumpulan Pemuda Anti Money Laundering (PPAML) Madina menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Mapolda Sumut), Medan, Kamis (9/7/2026) pagi.

Mereka menuntut Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto segera mengusut tuntas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam bisnis haram tersebut.

Koordinator Aksi, Ikbal Alawi Hasibuan, secara lantang mendesak pihak kepolisian untuk segera meringkus para cukong yang menjadi dalang di balik kehancuran ekosistem Madina.

Secara spesifik, PPAML membidik oknum berinisial AI alias Kobol. Pria ini diduga kuat bertindak sebagai pemilik lahan sekaligus aktor intelektual tambang emas ilegal di kawasan KM 2, Kecamatan Hutabargot.

“Kita meminta agar Ali Imron alias Kobol untuk segera diseret ke ranah hukum. Selain dugaan tindak pidana kejahatan lingkungan, Kobol juga harus dijerat Pasal TPPU,” tegas Ikbal dalam orasinya di halaman Mapolda Sumut.

Senada dengan hal itu, Ketua PC Sapma PP Madina yang turut berorasi, Sarkawi Nasution, menilai aktivitas tambang ilegal yang menggurita sekian lama telah merugikan negara dan meresahkan masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta Kapolda Sumut bergerak cepat melacak seluruh aset kekayaan milik Kobol yang diduga mengalir dari keuntungan fantastis hasil penjarahan kekayaan alam.

Pihaknya mendesak kepolisian segera menetapkan status tersangka guna mempermudah proses penyidikan, penyitaan aset tersembunyi, serta pemblokiran rekening bank.

Guna memaksimalkan pengusutan, PPAML mendorong penyidik kepolisian agar segera bersinergi dengan pihak Kejaksaan dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Langkah kolaboratif ini dinilai krusial untuk membongkar jaringan aliran dana ilegal dan membuktikan bahwa hukum tidak tebang pilih.

Baca Juga :  Meidita Farazha Danty, B.Ec., MBA Resmi Menjabat Posisi Wakil Ketua DPW PSI Sumatera Selatan Mendampingi Dr. Ir. H Heri Amalindo, M.M

Massa menegaskan bahwa penindakan hukum tidak boleh berhenti pada pekerja lapangan atau buruh kasar semata, melainkan harus menjangkau aktor utama yang menikmati keuntungan terbesar. Selain itu, mereka juga menyentil Pemerintah Kabupaten Madina agar menghentikan pembiaran terhadap perusakan lingkungan di daerahnya.

Di akhir aksi yang berjalan tertib dengan pengawalan ketat aparat tersebut, massa membentangkan spanduk yang memuat gambar sejumlah aset milik Kobol. PPAML berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan kasus ini dan menantang Kapolda Sumut membuktikan bahwa tidak ada mafia yang kebal hukum di Sumatra Utara.

Massa mengancam akan kembali turun ke jalan dengan gelombang eskalasi yang jauh lebih besar apabila kepolisian tidak menunjukkan perkembangan signifikan dalam menangkap mafia tambang tersebut.

Berita Terkait

Membawa Suasana Batak ke Yogyakarta dalam Pembukaan Pameran Tunggal “Diri dan Liyan”Dhewantara Manurung
Lahan LP2B Jadi Lokasi Wisata Watu Songo, Mengapa Aktivitasnya Masih Berjalan?
Pelantikan PC IMM Gresik 2026–2027 Diwarnai Peresmian Komisariat Baru dan Studium Generale Kebangsaan
Perluas Jejaring Dakwah Kampus, FSLDK Priangan Timur Resmikan 5 LDK Baru pada FSLDKD ke-VIII
Golkar Surabaya Tancap Gas! Rakerda 2026–2031 Usung Semangat Baru dan Solusi Warga
‎Dihadiri 3.000 Warga, NasDem Purwakarta Gebrak Panggung Politik: Target Juara Dikumandangkan
UPN Veteran Jawa Timur Dorong UMKM Somano Naik Kelas Melalui Teknologi Sealer Otomatis dan Digitalisasi
Bawa Inovasi ROV, Sepuluh Mahasiswa UMG Siap Bertanding di Final Kontes Kapal Indonesia 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:03 WIB

Membawa Suasana Batak ke Yogyakarta dalam Pembukaan Pameran Tunggal “Diri dan Liyan”Dhewantara Manurung

Selasa, 15 September 2026 - 12:28 WIB

Lahan LP2B Jadi Lokasi Wisata Watu Songo, Mengapa Aktivitasnya Masih Berjalan?

Senin, 14 September 2026 - 19:24 WIB

Pelantikan PC IMM Gresik 2026–2027 Diwarnai Peresmian Komisariat Baru dan Studium Generale Kebangsaan

Senin, 14 September 2026 - 18:17 WIB

Perluas Jejaring Dakwah Kampus, FSLDK Priangan Timur Resmikan 5 LDK Baru pada FSLDKD ke-VIII

Senin, 14 September 2026 - 00:31 WIB

Golkar Surabaya Tancap Gas! Rakerda 2026–2031 Usung Semangat Baru dan Solusi Warga

Berita Terbaru