Akademisi IAIN Sorong Ingatkan Pemuda: Kritik Harus Punya Dasar Kuat

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa IAIN Sorong berfoto bersama seusai diskusi peringatan Sumpah Pemuda di Kota Sorong, Rabu, 28 Oktober 2026. (Foto: DOK. Panitia)

Mahasiswa IAIN Sorong berfoto bersama seusai diskusi peringatan Sumpah Pemuda di Kota Sorong, Rabu, 28 Oktober 2026. (Foto: DOK. Panitia)

Koran Satu, Sorong – Keberanian bersuara tanpa disertai tanggung jawab dinilai tidak akan membawa perubahan berarti. Pesan itu mengemuka dalam Diskusi Sumpah Pemuda yang digelar kalangan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong di Natal Cafe KM 13, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (28/10/2026).

“Kritik itu penting, tetapi harus lahir dari pemikiran yang kritis dan argumentasi yang kuat. Pemuda bukan penonton, melainkan bagian dari perubahan yang menentukan masa depan Indonesia,” kata Yusuf Septian Nur Effendi, akademisi IAIN Sorong yang menjadi pemateri dalam diskusi tersebut.

Forum bertajuk “Bersuara atau Bungkam? Menakar Keberanian dan Tanggung Jawab Pemuda di Tengah Persoalan Bangsa” ini diikuti seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) IAIN Sorong, ditambah sejumlah organisasi eksternal yang aktif di lingkungan kampus tersebut.

Menurut Yusuf, generasi muda saat ini berada di persimpangan. Di satu sisi mereka punya ruang luas untuk menyampaikan pendapat, di sisi lain dituntut menjalankan peran intelektual dan sosial secara bertanggung jawab.

“Pemuda hari ini dihadapkan pada pilihan: bersuara atau bungkam. Tapi keberanian bersuara saja tidak cukup. Ia harus dibarengi tanggung jawab intelektual dan sosial,” ujarnya.

Memaknai Ulang Sumpah Pemuda

Selain membahas keberanian bersuara, diskusi juga mengajak peserta menengok kembali makna Sumpah Pemuda. Peringatan setiap 28 Oktober dinilai tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan harus menghidupkan semangat persatuan di kalangan anak muda.

“Sumpah Pemuda jangan hanya diperingati setiap 28 Oktober lalu dilupakan. Semangatnya adalah persatuan dan tanggung jawab untuk menjawab tantangan zaman,” tutur Yusuf.

Peserta didorong untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut menyuarakan kebenaran dan mengawal kepentingan masyarakat. Kritik yang disampaikan pun diharapkan bersifat konstruktif dan berbasis argumentasi.

Baca Juga :  Diduga Dzalimi Karyawan, Aktivis Desak Disnaker Jatim Segera Periksa Direktur RSI Unisma Malang

Keterlibatan berbagai organisasi mahasiswa dalam forum ini sekaligus menegaskan perlunya ruang dialog yang terbuka di kampus. Melalui ruang semacam itu, mahasiswa dapat saling bertukar pandangan dan membangun kesadaran bersama dalam menyikapi persoalan kebangsaan.

Berita Terkait

Basnang Said Ajak Kementerian Lain Hidupkan BLK Pesantren
Harta Kekayaan Eks Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal Disorot, FKK Desak Aphan Usut Tuntas Laporan Dugaan Korupsi
Presma UIN A.M. Sangadji: Pemuda Kerap Kehilangan Daya Kritis di Hadapan Kekuasaan
DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Bedah Relevansi Sumpah Pemuda di Tengah Persoalan Kekinian
Bahaya Laten Neo-Pamswakarsa dan Runtuhnya Ilusi Polri Bersama Rakyat
Dinilai Langgar Etika Pejabat Publik, Bapera Mubar Desak Gubernur Sultra Copot Kadis Pariwisata Ridwan Badallah
Lapas Kelas IIA Pontianak Diduga Masih Kebobolan Barang Terlarang, FKK Desak Pemeriksaan Menyeluruh Terhadap Kalapas Ridha Ansari
Kodim Purwakarta Sisir Kondisi Kesehatan Anak Panti, Belasan Peserta Perlu Perhatian

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Harta Kekayaan Eks Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal Disorot, FKK Desak Aphan Usut Tuntas Laporan Dugaan Korupsi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Presma UIN A.M. Sangadji: Pemuda Kerap Kehilangan Daya Kritis di Hadapan Kekuasaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:23 WIB

DEMA UIN Siber Syekh Nurjati Bedah Relevansi Sumpah Pemuda di Tengah Persoalan Kekinian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Bahaya Laten Neo-Pamswakarsa dan Runtuhnya Ilusi Polri Bersama Rakyat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Akademisi IAIN Sorong Ingatkan Pemuda: Kritik Harus Punya Dasar Kuat

Berita Terbaru