Krisis Layanan Dasar di Bone, Mahasiswa PMII Geruduk Kantor PLN, PDAM, hingga DPRD

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koransatu, Bone — Buruknya kualitas pelayanan dasar di Kabupaten Bone memicu reaksi keras dari elemen mahasiswa. Pada Kamis (1/10/2026), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone menggelar aksi unjuk rasa maraton di tiga titik vital, yakni Kantor PLN, Perumda Air Minum Wae Manurung, serta kompleks Pemerintahan Kabupaten dan DPRD Bone.

Aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap krisis listrik dan air bersih yang tak kunjung menemukan titik terang, serta dugaan minimnya transparansi pengelolaan anggaran daerah.

Di titik pertama, massa aksi menyoroti kebijakan pemadaman listrik bergilir oleh PLN yang dinilai telah melumpuhkan roda ekonomi lokal dan mengganggu aktivitas harian warga. Jenderal Lapangan Aksi, Muhammad Farhan, mendesak PLN untuk tidak sekadar berlindung di balik alasan teknis, melainkan segera menghadirkan solusi konkret.

“Listrik merupakan penopang utama kehidupan masyarakat. Kami menuntut PLN tidak hanya memberikan kepastian bahwa jadwal pemadaman sesuai dengan realisasi di lapangan, tetapi juga memperluas jangkauan informasi. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena informasi yang minim,” tegas Farhan dalam orasinya.

Kekecewaan mahasiswa berlanjut saat massa bergeser ke Kantor Perumda Air Minum Wae Manurung (PDAM). Di hadapan gedung perusahaan daerah tersebut, Farhan menyuarakan ironi yang dialami pelanggan: air sulit didapat, namun tagihan terus berjalan tanpa kompensasi yang jelas.

“Kami meminta pihak Perumda memberikan penjelasan logis mengenai dasar perhitungan tagihan di tengah macetnya distribusi air, serta apa solusi nyata bagi masyarakat yang dirugikan,” katanya. Situasi di lokasi sempat memanas karena Direktur Perumda enggan menemui massa aksi, padahal surat pemberitahuan unjuk rasa telah dilayangkan jauh hari sebelumnya.

Selain krisis air dan listrik, PMII Bone juga membawa agenda transparansi tata kelola pemerintahan. Ketua PC PMII Bone, Zulkifli, secara khusus menyoroti kejanggalan dalam pengelolaan anggaran Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dipungut dari masyarakat.

Baca Juga :  Kecam Keras Dampak Mematikan Sound Horeg, Para Ulama dan Tokoh Jember Tuntut Bupati Terbitkan Larangan Total

“Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Bone untuk membuka data anggaran PJU secara transparan. Publik berhak tahu rincian penerimaan, alokasi, realisasi, hingga bukti fisiknya di lapangan,” ujar Zulkifli.

Sebagai langkah penyelesaian, Zulkifli menuntut DPRD Kabupaten Bone untuk segera memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU). Ia meminta dewan memanggil paksa seluruh pimpinan instansi terkait untuk duduk bersama dan mempertanggungjawabkan kinerjanya di hadapan publik.

Dalam pernyataan penutupnya, pengurus PMII Cabang Bone menegaskan bahwa aksi turun ke jalan ini bukanlah akhir dari gerakan mereka. Mahasiswa berjanji akan terus mengawal karut-marutnya pelayanan listrik, air bersih, serta transparansi dana PJU hingga hak-hak dasar masyarakat Bone benar-benar terpenuhi.

Berita Terkait

Bau Busuk di Saluran Warga, SPPG Karawang Wetan Milik Al- Jabbar Diduga Jadikan Got Pembuangan Limbah Cair, Ngaku Setoran 2juta Perbulan
Kecam Keras Dampak Mematikan Sound Horeg, Para Ulama dan Tokoh Jember Tuntut Bupati Terbitkan Larangan Total
Ulama Pasuruan Ancam Cabut Dukungan Politik Jika Bupati Rusdi Tolak Tertibkan Sound Horeg
Sambut HUT ke-15, NasDem Purwakarta Gelar Sunatan Massal bagi 164 Anak
APMP Jatim Desak Polda Jatim Usut Dugaan Perdagangan dan Peleburan Emas Ilegal di Madura
Semarak HUT ke-15, NasDem Purwakarta Gelar Nikah Massal Gratis, Bantu Pasangan Wujudkan Pernikahan
4.700 Anak Cilegon Belum Tersentuh PAUD, Bunda PAUD Dikerahkan hingga Kelurahan
33 Siswa Kota Tangerang Bertarung di OMI Banten 2026, Kemenag Kota Tangerang Support Full

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Bau Busuk di Saluran Warga, SPPG Karawang Wetan Milik Al- Jabbar Diduga Jadikan Got Pembuangan Limbah Cair, Ngaku Setoran 2juta Perbulan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Kecam Keras Dampak Mematikan Sound Horeg, Para Ulama dan Tokoh Jember Tuntut Bupati Terbitkan Larangan Total

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Ulama Pasuruan Ancam Cabut Dukungan Politik Jika Bupati Rusdi Tolak Tertibkan Sound Horeg

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Sambut HUT ke-15, NasDem Purwakarta Gelar Sunatan Massal bagi 164 Anak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:50 WIB

APMP Jatim Desak Polda Jatim Usut Dugaan Perdagangan dan Peleburan Emas Ilegal di Madura

Berita Terbaru