Koransatu, Medan — Jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) memastikan bakal menindaklanjuti desakan publik terkait pengusutan dugaan korupsi dalam proyek pemasangan palang pintu jalur kereta api di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).
Kasus ini kian memanas setelah menyeret nama seorang pejabat Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berinisial FS yang diduga berperan sebagai pihak pengerjaan proyek senilai lebih dari Rp3 miliar tersebut.
“Akan kita cek dulu, apakah kasus ini sudah ditangani,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, saat dikonfirmasi di Medan, Senin (26/10/2026).
Ferry menegaskan bahwa Korps Bhayangkara tidak akan tinggal diam dalam merespons setiap laporan maupun indikasi rasuah. Pihaknya memastikan akan segera memeriksa bukti-bukti terkait apabila penanganan perkara tersebut belum tersentuh oleh penyidik. “Kalau memang belum ada yang tangani, akan kita cek dulu bukti-bukti terkait tindak pidana korupsi. Kalau bukti sudah didapat, kita akan proses,” tegasnya.
Desakan Mahasiswa dan Sorotan Kedekatan Kekuasaan
Pernyataan Polda Sumut tersebut merespons aksi demonstrasi yang digelar oleh puluhan massa dari Front Intelektual Mahasiswa Sumatera Utara di Mapolda Sumut, Jalan S.M. Raja, Kota Medan, Jumat (23/10/2026).
Dalam aksinya, para mahasiswa mendesak kepolisian untuk transparan dan menuntaskan hasil pemeriksaan dugaan korupsi proyek yang bersumber dari anggaran tahun 2025 tersebut.
Ketua Umum Front Intelektual Mahasiswa Sumut, Farhan Abror, secara khusus mendesak Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu.
Pasalnya, terduga pelaku berinisial FS yang menjabat sebagai Dewan Pengawas BUMD Pemprov Sumut santer dikabarkan merupakan orang dekat Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
“Kami mendesak agar FS segera dipanggil dan diperiksa dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan negara ini,” seru Farhan di hadapan awak media. “Jangan bilang kalau Polisi Bersama Masyarakat kalau dugaan korupsi ini tidak bisa teratasi dengan baik. Kami harap Pak Kapolda Sumut dapat membawa perubahan nyata untuk memberantas korupsi di Pemprov Sumut, apalagi yang melibatkan lingkaran dekat gubernur.”
Pemeriksaan Senyap dan Misteri Anggaran Proyek
Berdasarkan penelusuran di lapangan, proyek pengadaan palang pintu kereta api yang berada di bawah koordinasi Dinas Perhubungan Sumut tersebut disinyalir telah mulai diselidiki oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut dalam beberapa bulan terakhir.
Sejumlah sumber internal membenarkan bahwa figur berinisial FS telah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh penyidik kepolisian. Kendati demikian, rincian teknis mengenai nomenklatur pekerjaan serta total kerugian negara masih terus didalami seiring bergulirnya proses penyelidikan.
Sesuai dengan kode etik jurnalistik dan asas praduga tak bersalah, media ini tetap membuka ruang hak jawab, klarifikasi, maupun tanggapan resmi dari pihak manajemen BUMD terkait, Dinas Perhubungan Pemprov Sumut, maupun sdr. FS guna menjaga keberimbangan informasi publik.








Komentar