Bambang Patijaya Bekali Kader GEMABUDHI dengan Perspektif Strategis untuk Menghadapi Tantangan Masa Depan

Dr. Bambang Patijaya menekankan bahwa kaderisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan formal maupun pemahaman internal organisasi.

d651f3b01ac39c943b51efac861faeab

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP GEMABUDHI sekaligus Ketua Komisi XII DPR-RI, Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M. (Foto: Dok/Ist).

Ketua Umum DPP GEMABUDHI sekaligus Ketua Komisi XII DPR-RI, Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M. (Foto: Dok/Ist).

Koran Satu, Jakarta – Ketua Umum DPP GEMABUDHI sekaligus Ketua Komisi XII DPR-RI, Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M., mendorong kader GEMABUDHI untuk terus meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan, dan memiliki pemahaman yang lebih utuh terhadap berbagai isu strategis yang dihadapi bangsa.

Pesan tersebut disampaikan dalam sesi pembukaan dan pengarahan kader GEMABUDHI yang membahas sejumlah isu penting, di antaranya energi, pangan, air, lingkungan, serta pentingnya regenerasi dalam organisasi.

Dalam sambutan pengantarnya, Dr. Bambang Patijaya menekankan bahwa kaderisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan formal maupun pemahaman internal organisasi. Para kader perlu memiliki wawasan yang luas dan kemampuan untuk memahami berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kader harus memiliki pemahaman yang lebih luas. Jangan hanya berhenti pada persoalan ritual, tetapi harus mampu melihat persoalan bangsa dan hadir sebagai warga negara yang berbobot serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam pengarahan tersebut.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam memahami isu-isu strategis yang secara langsung memengaruhi kehidupan masyarakat. Persoalan energi, pangan, dan air, misalnya, merupakan isu fundamental yang tidak hanya berkaitan dengan kebijakan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa.

Karena itu, kader GEMABUDHI didorong untuk memiliki kemampuan berpikir yang lebih kritis dan komprehensif dalam melihat berbagai persoalan. Dengan wawasan yang lebih luas, kader diharapkan mampu kembali ke daerah masing-masing dengan pemahaman yang lebih baik serta mampu berkontribusi secara lebih nyata.

Selain isu energi dan pangan, aspek lingkungan juga menjadi salah satu perhatian penting dalam penguatan kapasitas kader. Dr. Bambang Patijaya mengingatkan bahwa kontribusi organisasi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan formal dan seremonial, tetapi harus mampu menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi kehidupan dan lingkungan.

Baca Juga :  Usai Asisten Raffi Ahmad, Kini Giliran Rekam Jejak Komisaris Krakatau Semen Indonesia yang Disorot Warganet

Hal tersebut tercermin dalam berbagai kegiatan ekologis yang telah dilakukan GEMABUDHI, termasuk gerakan eco enzyme yang menjadi bagian dari kontribusi nyata organisasi dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan ekosistem. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kaderisasi dapat diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan alam.

“Kader harus mampu melampaui kegiatan formal, menciptakan peluang kehidupan, dan membangun ekosistem yang lebih baik,” menjadi salah satu pesan penting dalam sesi penguatan kapasitas tersebut.

Di samping penguatan wawasan dan kepedulian terhadap lingkungan, regenerasi juga menjadi bagian penting dalam keberlanjutan organisasi. Kaderisasi harus terus berjalan untuk melahirkan generasi yang berkualitas, tangguh, dan siap mengambil peran kepemimpinan di masa depan.

Dr. Bambang Patijaya juga mengingatkan pentingnya kemampuan kader dalam menyaring informasi di tengah derasnya arus informasi digital. Generasi muda perlu memiliki pemahaman yang kuat dan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru maupun menyesatkan.

Melalui sesi penguatan kapasitas tersebut, kader GEMABUDHI diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki perspektif yang lebih luas mengenai tantangan bangsa dan kesadaran untuk mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Kaderisasi, pada akhirnya, bukan hanya tentang mempersiapkan pemimpin masa depan, tetapi juga tentang membentuk generasi yang mampu memahami persoalan hari ini dan mulai memberikan kontribusi sejak sekarang.

Dari ruang kaderisasi, GEMABUDHI terus mendorong lahirnya kader-kader muda yang berwawasan luas, berintegritas, peduli terhadap lingkungan, serta siap berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Berita Terkait

Kerugian Negara Tembus Triliunan, KPK Didesak Usut Dugaan Keterlibatan Politikus Gerindra Ma’ruf Mubarok dalam Rokok Ilegal Jatim
Bongkar Kejahatan Tambang Ilegal Bengkulu, Jaksa Amankan 80 Ton Batu Bara dan Penjarakan Pelaku!
Diduga Jual Pita Cukai Rokok Palsu, Anggota DPR RI Misbakhun Bungkam dan Terancam Dipecat!
​Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif Rp9,1 Miliar Bank Mandiri: Kejati DKI Didesak Periksa Dirut Riduan!
Bareskrim Bidik Eks Dirut PTPN XI DP dan Direktur AT, Otak di Balik Korupsi Proyek PG Djatiroto Rp871 Miliar!
Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!
Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi
Jejak Kejahatan Santoso Halim dan Sukoco Halim: Dari Perusahaan Abal-abal Hingga Kredit Bermasalah Bank Syariah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:29 WIB

Bongkar Kejahatan Tambang Ilegal Bengkulu, Jaksa Amankan 80 Ton Batu Bara dan Penjarakan Pelaku!

Sabtu, 12 September 2026 - 15:02 WIB

Diduga Jual Pita Cukai Rokok Palsu, Anggota DPR RI Misbakhun Bungkam dan Terancam Dipecat!

Sabtu, 12 September 2026 - 14:34 WIB

​Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif Rp9,1 Miliar Bank Mandiri: Kejati DKI Didesak Periksa Dirut Riduan!

Senin, 7 September 2026 - 13:11 WIB

Bareskrim Bidik Eks Dirut PTPN XI DP dan Direktur AT, Otak di Balik Korupsi Proyek PG Djatiroto Rp871 Miliar!

Jumat, 4 September 2026 - 14:37 WIB

Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!

Berita Terbaru