Bongkar Kejahatan Tambang Ilegal Bengkulu, Jaksa Amankan 80 Ton Batu Bara dan Penjarakan Pelaku!

Kejari Bengkulu Tahan 3 Tersangka Minerba Ilegal dan Sita 80 Ton Batu Bara!

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar : Istimewa

Gambar : Istimewa

Koran Satu, Bengkulu — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu resmi menahan tiga tersangka kasus dugaan pertambangan mineral dan batu bara (minerba) ilegal.

Langkah hukum ini menyusul pelimpahan tahap II dari penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu. Penuntut umum turut menyita barang bukti berupa lima unit truk Lohan serta lebih dari 80 ton batu bara hasil penambangan liar.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung menjebloskan ketiga tersangka—Thomas Wahyu Utomo, Wilson Pane, dan Rodali—ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Malabero, Bengkulu, usai berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21).

Jaksa menahan ketiganya selama 20 hari ke depan demi mempermudah proses penuntutan dan persiapan persidangan.

Kasi Intelijen Kejari Bengkulu, Yuharmen, menegaskan bahwa penindakan ini mencerminkan komitmen kejaksaan dalam memberantas praktik penambangan tanpa izin yang merusak lingkungan dan merugikan negara.

“Setelah menerima pelimpahan tahap dua, ketiga tersangka beserta barang bukti langsung kami proses untuk kepentingan penuntutan. Ketiganya kami tahan selama 20 hari di Rutan Malabero. Penanganan perkara ini harus memberikan efek jera agar aktivitas pertambangan ilegal tidak kembali terulang,” tegas Yuharmen.

Penerapan Pasal Berlapis bagi Otak Pelaku

Penuntut umum menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, sebagaimana diubah terakhir melalui UU No. 2 Tahun 2025.

Khusus untuk tersangka Thomas Wahyu Utomo, JPU menerapkan pasal berlapis dengan melapiskan Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Saat ini, JPU Kejari Bengkulu sedang merampungkan penyusunan berkas dakwaan serta kelengkapan administrasi.

Kejaksaan akan melimpahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Bengkulu dalam waktu dekat agar para tersangka segera menjalani proses peradilan.

Baca Juga :  Jelang Muktamar ke-35, Andi Najmi Tawarkan Manifesto Kepemimpinan NU

Berita Terkait

Putusan MA soal Suket Gibran, Soleman Ponto Ulas Syarat Pendidikan dalam UU Pemilu
Skandal Limbah Smelter Kuala Tanjung, FKK Desak Bareskrim dan Kejagung Periksa Direksi PT Inalum Tanpa Terkecuali
FKK Desak KPK Usut Tuntas Menteri Berinisial “RAMA” yang Namanya Disebut dalam Sidang Eks Wamen Imipas Silmy Karim
Dalang Suap Rp20,6 Miliar Terungkap: Dirut PT Oktasan Baruna Persada Tria Belltitonito Disebut Jadi Otak Penyerahan Uang ke Febrie Ardiansyah
Skandal Korupsi Tata Kelola Nikel: Kejagung Periksa Saksi ESDM Usai Tetapkan PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI) Sebagai Tersangka Korporasi
Perpres 107/2026 Alihkan Impor ke Negara: Apa yang Berubah dari Pertamina?
Dinilai Gagal Total Pimpin BUMN Telekomunikasi, FKK Desak Pencopotan Dirut Telkom Nanang Hendarno
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Munajat Santri untuk Negeri di Istiqlal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:09 WIB

Putusan MA soal Suket Gibran, Soleman Ponto Ulas Syarat Pendidikan dalam UU Pemilu

Minggu, 1 November 2026 - 09:53 WIB

Skandal Limbah Smelter Kuala Tanjung, FKK Desak Bareskrim dan Kejagung Periksa Direksi PT Inalum Tanpa Terkecuali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

FKK Desak KPK Usut Tuntas Menteri Berinisial “RAMA” yang Namanya Disebut dalam Sidang Eks Wamen Imipas Silmy Karim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Dalang Suap Rp20,6 Miliar Terungkap: Dirut PT Oktasan Baruna Persada Tria Belltitonito Disebut Jadi Otak Penyerahan Uang ke Febrie Ardiansyah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Skandal Korupsi Tata Kelola Nikel: Kejagung Periksa Saksi ESDM Usai Tetapkan PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI) Sebagai Tersangka Korporasi

Berita Terbaru