Isu Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco Panen Kecaman, Publik Tolak Keras Dinasti ‘Orang Dalam’

5cc3f6674ad8de65983a714f805c70fc

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Asisten Raffi Ahmad, Mufli Budi  (Dok: Istimewa)

Gambar Asisten Raffi Ahmad, Mufli Budi (Dok: Istimewa)

Koran Satu, Jakarta – Isu penunjukan Mufli Budi Ananda, asisten pribadi Raffi Ahmad, sebagai Komisaris PT Krakatau Posco memicu gelombang penolakan masif di media sosial. Publik melayangkan kecaman keras karena menilai langkah tersebut mencederai profesionalisme dan menabrak prinsip kompetensi dalam tata kelola perusahaan strategis.

Warganet menilai penunjukan ini tidak masuk akal mengingat PT Krakatau Posco merupakan perusahaan joint venture raksasa antara BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan raksasa Korea Selatan, POSCO. Perusahaan ini memegang hajat hidup infrastruktur dan industri baja nasional.

Gelombang kritik kian memanas setelah riwayat pendidikan Mufli yang hanya lulusan Diploma III (D3) Teknik Listrik mencuat ke publik melalui data PDDikti. Netizen menganggap rekam jejak tersebut sangat tidak kompeten untuk menduduki kursi dewan pengawas korporasi skala internasional.

Publik Kritik Keras Fenomena Privilege dan Titipan Pejabat

Kritik tajam dari masyarakat sebagian besar menyasar fenomena “orang dalam” (privilege) yang dinilai semakin merusak standar penunjukan jabatan publik maupun korporasi terafiliasi negara.

Masyarakat menyayangkan jika posisi strategis yang seharusnya diisi oleh para ahli tata kelola perusahaan, pakar hukum korporasi, atau insinyur senior, justru diberikan kepada sosok yang rekam jejaknya lebih banyak mengurus agenda harian selebritas.

“Banyak lulusan S2 dan S3 teknik atau manajemen yang berkompeten di luar sana, tapi posisi komisaris perusahaan baja malah dikasih ke asisten artis yang cuma lulusan D3. Ini sangat tidak kompeten dan merusak mental generasi muda yang berjuang lewat jalur prestasi,” tulis salah satu komentar warganet yang viral di platform X, Minggu (28/6/2026).

Masyarakat Tuntut Transparansi dan Klarifikasi Korporasi

Akibat sentimen negatif yang terus meluas, publik kini mendesak Kementerian BUMN serta jajaran direksi PT Krakatau Steel dan POSCO untuk segera memberikan klarifikasi terbuka. Publik menuntut transparansi mengenai uji kelayakan (fit and proper test) jika penunjukan tersebut benar-benar terjadi.

Baca Juga :  Piala Dunia 2026 Ubah Cara Menonton Sepak Bola, Budaya "Clip Football" Kian Dominan di Kalangan Generasi Digital

Hingga berita ini naik, manajemen PT Krakatau Posco belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah atau membenarkan isu yang beredar. Begitu pula dengan Raffi Ahmad dan Mufli Budi Ananda yang masih memilih bungkam di tengah riuhnya desakan publik.

Jika rumor ini terbukti benar, kelompok masyarakat sipil dan warganet mengancam akan terus mengawal isu ini sebagai bentuk protes terhadap kemunduran meritokrasi di tubuh industri strategis tanah air.

Berita Terkait

Bareskrim Bidik Eks Dirut PTPN XI DP dan Direktur AT, Otak di Balik Korupsi Proyek PG Djatiroto Rp871 Miliar!
Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!
Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi
Jejak Kejahatan Santoso Halim dan Sukoco Halim: Dari Perusahaan Abal-abal Hingga Kredit Bermasalah Bank Syariah
Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG
Surat Berharga SDB MNC Bank Diduga Hilang, DPR Desak OJK Turun Tangan Usut Manajemen Risiko!
Perpanjangan Konsesi Tol CMNP Berpotensi Rugikan Negara Rp25 Triliun, IAW Desak Kejagung Turun Tangan!
Dugaan Korupsi Lahan PTPN dan Citraland Ditaksir Ratusan Triliun, DPR dan Kejagung Diduga Redam Kasus!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 13:11 WIB

Bareskrim Bidik Eks Dirut PTPN XI DP dan Direktur AT, Otak di Balik Korupsi Proyek PG Djatiroto Rp871 Miliar!

Jumat, 4 September 2026 - 14:37 WIB

Mobil Ditarik Paksa ACC Finance, Warga Kendari Polisikan Perusahaan Soal Pemalsuan Rangka dan Pelat!

Jumat, 4 September 2026 - 10:05 WIB

Buntut Laporan Pidana Penarikan Paksa Mobil, Pimpinan ACC Finance Kendari Terancam Diperiksa Polisi

Kamis, 3 September 2026 - 18:37 WIB

Jejak Kejahatan Santoso Halim dan Sukoco Halim: Dari Perusahaan Abal-abal Hingga Kredit Bermasalah Bank Syariah

Kamis, 3 September 2026 - 11:01 WIB

Racun Berseragam Sertifikat : Wajah Asli Tata Kelola MBG

Berita Terbaru