Jelang Muktamar ke-35, Andi Najmi Tawarkan Manifesto Kepemimpinan NU

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Andi Najmi Fuaidi, Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU periode 2010–2015. (Foto: Ist)

Andi Najmi Fuaidi, Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU periode 2010–2015. (Foto: Ist)

Koran Satu, Jakarta — Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), gagasan mengenai arah kepemimpinan organisasi mulai mengemuka. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU periode 2010–2015, Andi Najmi Fuaidi, meluncurkan manifesto bertajuk Menjaga Marwah, Menggugah Uswah: Menakar Kepemimpinan Ideal Nahdlatul Ulama di Era Disrupsi Global.

Melalui manifesto tersebut, Andi Najmi menilai besarnya jumlah warga NU harus diimbangi dengan tanggung jawab moral yang semakin kuat. Menurutnya, menjaga marwah NU sebagai kompas moral bangsa di tengah perubahan global merupakan kewajiban yang tidak dapat ditunda.

Dalam naskah pemikirannya, Andi Najmi memotret karakter kepemimpinan ideal NU dengan merujuk pada keteladanan para pendiri dan tokoh-tokoh NU. Ia menempatkan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah sebagai teladan kepemimpinan yang mengedepankan adab, keikhlasan, serta kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah.

Ia juga mengangkat gagasan KH Achmad Siddiq tentang pentingnya menjaga independensi organisasi melalui Khittah 1926, pemikiran KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengenai keberpihakan kepada kelompok mustad’afin, keberagaman, dan keadilan kemanusiaan, serta pandangan KH Said Aqil Siroj mengenai penguatan Islam moderat dan sumber daya manusia yang berwawasan global.

Selain tokoh NU, Andi Najmi mengaitkan pemikirannya dengan gagasan Nurcholish Madjid, Buya Hamka, Mohammad Natsir, hingga konsep klasik Al-Mawardi dalam Al-Ahkam as-Sulthaniyyah. Menurutnya, seluruh pemikiran tersebut bermuara pada prinsip kepemimpinan yang menjunjung keadilan, kompetensi, integritas moral, dan musyawarah dalam mewujudkan kemaslahatan.

Bagi Andi Najmi, marwah NU tidak hanya tercermin melalui pidato atau simbol-simbol organisasi, tetapi dari kemampuan menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat.

“NU harus berada di garda terdepan dalam mengawal isu ketahanan pangan dan ekonomi rakyat, seperti memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat sasaran dan berkeadilan,” ujar Andi Najmi dalam pengantar diskusi pada Sarasehan Nasional Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial yang diselenggarakan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS).

Baca Juga :  Diduga Digunakan untuk Modal BUMD, GSCI Desak Kejagung Usut Dana PEN DKI Rp5,8 Triliun

Ia juga menegaskan pentingnya keberanian melakukan pembenahan di lingkungan internal organisasi, terutama terhadap berbagai pelanggaran yang mencederai kepercayaan publik.

“Menjaga marwah NU berarti kita harus berani membersihkan halaman rumah kita sendiri dari segala noktah yang merusak citra pesantren dan ulama, termasuk dalam penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual di lembaga-lembaga keagamaan,” cetusnya.

Menjelang Muktamar ke-35, Andi Najmi berharap forum permusyawaratan tertinggi NU itu tidak sekadar menjadi arena pergantian elite maupun kontestasi politik praktis. Menurutnya, muktamar harus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat khidmah organisasi kepada umat.

“Kita membutuhkan pemimpin yang tidak memanfaatkan NU untuk membesarkan namanya sendiri, melainkan mereka yang siap kerdil demi membesarkan marwah jam’iyah ini. Mari kita kembalikan NU pada khitahnya: sebagai pelayan umat, penjaga moral bangsa, dan pembawa rahmat bagi alam semesta,” pungkasnya.

Berita Terkait

Putusan MA soal Suket Gibran, Soleman Ponto Ulas Syarat Pendidikan dalam UU Pemilu
Skandal Limbah Smelter Kuala Tanjung, FKK Desak Bareskrim dan Kejagung Periksa Direksi PT Inalum Tanpa Terkecuali
FKK Desak KPK Usut Tuntas Menteri Berinisial “RAMA” yang Namanya Disebut dalam Sidang Eks Wamen Imipas Silmy Karim
Dalang Suap Rp20,6 Miliar Terungkap: Dirut PT Oktasan Baruna Persada Tria Belltitonito Disebut Jadi Otak Penyerahan Uang ke Febrie Ardiansyah
Skandal Korupsi Tata Kelola Nikel: Kejagung Periksa Saksi ESDM Usai Tetapkan PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI) Sebagai Tersangka Korporasi
Perpres 107/2026 Alihkan Impor ke Negara: Apa yang Berubah dari Pertamina?
Dinilai Gagal Total Pimpin BUMN Telekomunikasi, FKK Desak Pencopotan Dirut Telkom Nanang Hendarno
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Munajat Santri untuk Negeri di Istiqlal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:09 WIB

Putusan MA soal Suket Gibran, Soleman Ponto Ulas Syarat Pendidikan dalam UU Pemilu

Minggu, 1 November 2026 - 09:53 WIB

Skandal Limbah Smelter Kuala Tanjung, FKK Desak Bareskrim dan Kejagung Periksa Direksi PT Inalum Tanpa Terkecuali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

FKK Desak KPK Usut Tuntas Menteri Berinisial “RAMA” yang Namanya Disebut dalam Sidang Eks Wamen Imipas Silmy Karim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Dalang Suap Rp20,6 Miliar Terungkap: Dirut PT Oktasan Baruna Persada Tria Belltitonito Disebut Jadi Otak Penyerahan Uang ke Febrie Ardiansyah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Skandal Korupsi Tata Kelola Nikel: Kejagung Periksa Saksi ESDM Usai Tetapkan PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI) Sebagai Tersangka Korporasi

Berita Terbaru