Ribuan Peserta Ikuti Harmony Talks, Kemenag Sosialisasikan Paradigma Baru Kerukunan Beragama

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Satu, Jakarta — Ribuan peserta dari berbagai daerah mengikuti webinar Harmony Talks Batch 4 yang diselenggarakan Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Jumat (3/7/2026). Forum ini menjadi ruang sosialisasi arah baru kebijakan pemeliharaan kerukunan umat beragama pasca pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru.

Mengusung tema Strategi Nasional Pemeliharaan Kerukunan dan Perlindungan Kehidupan Beragama Pasca KUHP Baru, kegiatan tersebut menghadirkan akademisi, tokoh lintas agama, serta masyarakat umum untuk membahas perubahan pendekatan dalam regulasi keagamaan nasional. Paradigma yang diperkenalkan bergeser dari perlindungan terhadap agama (protecting religion) menuju perlindungan terhadap koeksistensi kehidupan beragama (protecting religious coexistence).

Kepala PKUB Kementerian Agama, M. Adib Abdushomad, mengatakan pemahaman terhadap KUHP baru perlu dibangun secara menyeluruh agar masyarakat tidak hanya memandangnya dari sisi hukum, tetapi juga memahami semangat negara dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis.

“Melalui Harmony Talks, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang dapat memberikan pemahaman mengenai arah kebijakan pemeliharaan kerukunan umat beragama pasca KUHP Baru. Dengan begitu, masyarakat dapat melihat bahwa kerukunan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga,” ujar Adib.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Prof. (H.C.) Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si., yang menjadi keynote speaker, menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan di tengah perubahan regulasi.

Diskusi dipandu Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan PKUB, Hery Susanto, S.S., M.AP., dengan menghadirkan Dewan Pengarah Koalisi Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Indonesia, Dr. Zainal Abidin Bagir, serta Ketua FKUB Provinsi Papua, Pdt. Lipiyus Biniluk, M.Th.

Dalam sesi tersebut, para narasumber mengulas tantangan sekaligus peluang implementasi KUHP baru di lapangan. Mereka menilai penguatan literasi hukum dan pendekatan dialogis menjadi langkah penting untuk mencegah potensi konflik sekaligus memperkuat moderasi beragama.

Baca Juga :  Isu Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco Panen Kecaman, Publik Tolak Keras Dinasti 'Orang Dalam'

Webinar yang berlangsung secara daring sejak pukul 08.00 WIB itu ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Melalui kegiatan ini, PKUB berharap masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap regulasi baru sehingga kehidupan beragama di Indonesia tetap terpelihara dalam suasana damai dan harmonis.

Berita Terkait

Putusan MA soal Suket Gibran, Soleman Ponto Ulas Syarat Pendidikan dalam UU Pemilu
Skandal Limbah Smelter Kuala Tanjung, FKK Desak Bareskrim dan Kejagung Periksa Direksi PT Inalum Tanpa Terkecuali
FKK Desak KPK Usut Tuntas Menteri Berinisial “RAMA” yang Namanya Disebut dalam Sidang Eks Wamen Imipas Silmy Karim
Dalang Suap Rp20,6 Miliar Terungkap: Dirut PT Oktasan Baruna Persada Tria Belltitonito Disebut Jadi Otak Penyerahan Uang ke Febrie Ardiansyah
Skandal Korupsi Tata Kelola Nikel: Kejagung Periksa Saksi ESDM Usai Tetapkan PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI) Sebagai Tersangka Korporasi
Perpres 107/2026 Alihkan Impor ke Negara: Apa yang Berubah dari Pertamina?
Dinilai Gagal Total Pimpin BUMN Telekomunikasi, FKK Desak Pencopotan Dirut Telkom Nanang Hendarno
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Munajat Santri untuk Negeri di Istiqlal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:09 WIB

Putusan MA soal Suket Gibran, Soleman Ponto Ulas Syarat Pendidikan dalam UU Pemilu

Minggu, 1 November 2026 - 09:53 WIB

Skandal Limbah Smelter Kuala Tanjung, FKK Desak Bareskrim dan Kejagung Periksa Direksi PT Inalum Tanpa Terkecuali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

FKK Desak KPK Usut Tuntas Menteri Berinisial “RAMA” yang Namanya Disebut dalam Sidang Eks Wamen Imipas Silmy Karim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Dalang Suap Rp20,6 Miliar Terungkap: Dirut PT Oktasan Baruna Persada Tria Belltitonito Disebut Jadi Otak Penyerahan Uang ke Febrie Ardiansyah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Skandal Korupsi Tata Kelola Nikel: Kejagung Periksa Saksi ESDM Usai Tetapkan PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI) Sebagai Tersangka Korporasi

Berita Terbaru