Berkas Segera P21, KPK Minta RS Polri Percepat Tindakan Medis Mantan Menag Yaqut

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dalam penyelenggaraan ibadah haji 2023–2024 Yaqut Cholil Qoumas (Dok: Istimewa)

Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dalam penyelenggaraan ibadah haji 2023–2024 Yaqut Cholil Qoumas (Dok: Istimewa)

Koran Satu, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pihak RS Polri Kramat Jati untuk segera mengambil tindakan medis yang diperlukan terhadap mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji di Kemenag periode 2023–2024 tersebut saat ini tengah menjalani pembantaran penahanan karena sakit.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa percepatan penanganan medis ini sangat penting. Langkah tersebut bertujuan agar kondisi kesehatan Yaqut segera membaik sehingga dapat mengikuti rangkaian persidangan yang akan datang.

“KPK berharap tindakan-tindakan medis yang dibutuhkan dapat segera dilakukan, agar yang bersangkutan bisa segera pulih dan kembali menjalani proses hukum,” ujar Budi dalam keterangan resminya kepada media, Senin (29/6/2026).

Penyidik Targetkan Pelimpahan Berkas Tahap Dua dalam Waktu Dekat

Budi menambahkan bahwa tim penyidik bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) komisi antirasuah kini tengah bersiap untuk melimpahkan berkas perkara mantan Menag tersebut. Proses hukum kasus korupsi kuota haji ini ditargetkan segera memasuki babak baru di meja hijau.

Pihak KPK menjadwalkan agenda pelimpahan tahap dua dalam waktu dekat. Proses pengalihan ini meliputi penyerahan tersangka, pemindahan alat bukti, beserta seluruh berkas perkara ke tahap penuntutan sebelum naik ke pengadilan tindak pidana korupsi.

Petugas Waltah Jaga Ketat Ruang Rawat Inap Yaqut

Meskipun status penahanan tersangka sedang dibantarkan, KPK memastikan proses pengawasan tetap berjalan super ketat. Tim dokter dan penyidik terus memantau perkembangan kesehatan mantan menteri tersebut secara berkala.

Budi juga menegaskan bahwa lembaganya telah menerjunkan petugas Pengawal Tahanan (Waltah) untuk melakukan pengamanan melekat di rumah sakit. Upaya ini menjadi komitmen KPK untuk menjamin keamanan penuh bagi setiap tahanan yang berada di luar rutan karena alasan medis.

Baca Juga :  DPD IMM DKI Jakarta Apresiasi Langkah Strategis Menko Pangan dalam Menjaga Stabilitas dan Ketahanan Pangan Nasional

Sebagai informasi, KPK resmi membantarkan penahanan Yaqut Cholil Qoumas sejak Rabu (24/6/2026) lalu. Mantan orang nomor satu di Kemenag tersebut harus menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, akibat menderita gangguan kesehatan pada saluran pencernaan.

Berita Terkait

Putusan MA soal Suket Gibran, Soleman Ponto Ulas Syarat Pendidikan dalam UU Pemilu
Skandal Limbah Smelter Kuala Tanjung, FKK Desak Bareskrim dan Kejagung Periksa Direksi PT Inalum Tanpa Terkecuali
FKK Desak KPK Usut Tuntas Menteri Berinisial “RAMA” yang Namanya Disebut dalam Sidang Eks Wamen Imipas Silmy Karim
Dalang Suap Rp20,6 Miliar Terungkap: Dirut PT Oktasan Baruna Persada Tria Belltitonito Disebut Jadi Otak Penyerahan Uang ke Febrie Ardiansyah
Skandal Korupsi Tata Kelola Nikel: Kejagung Periksa Saksi ESDM Usai Tetapkan PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI) Sebagai Tersangka Korporasi
Perpres 107/2026 Alihkan Impor ke Negara: Apa yang Berubah dari Pertamina?
Dinilai Gagal Total Pimpin BUMN Telekomunikasi, FKK Desak Pencopotan Dirut Telkom Nanang Hendarno
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Munajat Santri untuk Negeri di Istiqlal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:09 WIB

Putusan MA soal Suket Gibran, Soleman Ponto Ulas Syarat Pendidikan dalam UU Pemilu

Minggu, 1 November 2026 - 09:53 WIB

Skandal Limbah Smelter Kuala Tanjung, FKK Desak Bareskrim dan Kejagung Periksa Direksi PT Inalum Tanpa Terkecuali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

FKK Desak KPK Usut Tuntas Menteri Berinisial “RAMA” yang Namanya Disebut dalam Sidang Eks Wamen Imipas Silmy Karim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Dalang Suap Rp20,6 Miliar Terungkap: Dirut PT Oktasan Baruna Persada Tria Belltitonito Disebut Jadi Otak Penyerahan Uang ke Febrie Ardiansyah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Skandal Korupsi Tata Kelola Nikel: Kejagung Periksa Saksi ESDM Usai Tetapkan PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI) Sebagai Tersangka Korporasi

Berita Terbaru